Aryono Setiawan

Kepedulian Ariyono Setiawan pada teman-teman penyandang difabel, mendorongnya membuka usaha batik yang dinamai Batik Wistara.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
SURYA.co.id/Habibur Rohman
Ariyono berpikir, di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, tak hanya usahanya saja yang mengalami kesusahan, bahkan semua orang juga merasakan hal yang sama. Jika ia hanya sibuk mengeluh tanpa mencoba segala cara untuk tetap berusaha, tentu hasilnya pun tidak ada. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Kepedulian Ariyono Setiawan pada teman-teman penyandang difabel, mendorongnya membuka usaha batik yang dinamai Batik Wistara. Bukan keuntungan, melainkan dapat membantu teman-teman difabel mengembangkan skill mereka.

2010 lalu, pria yang akrab disapa Aryo itu mendirikan Batik Wistara dan dikelola secara mandiri. Tak langsung besar, usaha Aryo saat itu baru melayani partai kecil dan kebutuhan pribadinya terhadap batik.

Hingga pada akhirnya ia terpikir untuk memproduksi secara massal dan dipromosikan sendiri baik offline maupun online.

Namun yang menjadi daya tarik adalah, ketika Aryo mengajak serta teman-teman difabel untuk bekerja dengannya. Ia melihat Batik Wistara tidak hanya sebagai tempat berbisnis, namun juga wadah kreasi bagi teman-teman difabel.

Aryo mengaku, tak masalah jika harus mendapat keuntungan sedikit, terpenting usahanya tetap bisa jalan dan dapat membantu teman-teman difabel yang bekerja untuknya.

Bukan hal mudah bagi Aryo untuk mengajari teman-teman difabel. Butuh kelatenan ekstra agar mereka mampu bekerja secara mandiri. Jadi apabila orang yang mengajarkan tidak telaten atau gampang emosi, Aryo mengatakan, teman-teman difabel juga akan melakukan hal yang sama.

Sejak 2010, Batik Wistara memang sudah bekerja sama dengan Dinas Sosial UPT Cacat Rungu Wicara, Bangil, Pasuruan. Setiap tahun, ex-klien dari tempat tersebut akan magang di Batik Wistara.

Sehingga, setelah menyelesaikan masa magang di Batik Wistara dan menjalani wisuda, teman-teman difabel akan ditawari untuk kembali bekerja atau mencari tempat lain.

Aryo merasa teman-teman difabel memiliki semangat yang kuat, sehingga jika tidak diberi wadah akan sangat disayangkan.

Tak hanya itu, meski teman-teman difabel ini tidak bisa bekerja dengan target, namun Aryo mengakui bahwa ketika mengerjakan sesuatu mereka akan fokus pada hal tersebut hingga selesai.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved