Batik Wistara

Lewat warna-warna cerah, Batik Wistara ingin menggambarkan keceriaan anak-anak muda sebagai generasi yang turut bisa melestarikan batik.

SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
BATIK CORONA - Penyandang disabilitas tuna rungu dan wicara saat memproduksi batik dengan motif virus corona di Batik Wistara, Surabaya, Kamis (20/8/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Batik Wistara yang didominasi penyandang disabilitas membuat batik bermotifkan virus corona. 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Dibangun sejak 2010, Batik Wistara dikenal memiliki motif abstrak dan warna yang cerah cerah seperti, merah muda, hijau tosca, biru, orange, dan masih banyak lagi.

Lewat warna-warna itu, owner Batik Wistara Ariyono Setiawan ingin menggambarkan batik itu harus ceria, juga agar pesan yang disampaikan bisa diterima oleh pasar anak muda.

Dengan warna-warna yang lebih terang dan ceria, ia berharap supaya anak-anak muda semakin gemar mengenakan batik. Tak hanya untuk acara-acara tertentu, namun juga dipakai.

Meski menganut motif abstrak, bukan berarti tidak bisa dibaca. Biasanya, Batik Wistara menggunakan ragam motif bunga dan candi, yang kemudian saat proses cap ditumpuk-tumpuk.

Menurut Aryo, motif tumpuk tersebut ia namai sebagai Batik Junjing. Karena, saat proses cap tidak bisa rapi satu line dan saling tumpuk satu sama lain.

Sebenarnya, lanjut Aryo, ia sudah memberikan arahan pada anak-anak untuk merapikan menjadi satu baris. Namun, ketika tidak mendapat pengawasan, motifnya akan kembali seperti semula. Sehingga hal itu pun dibiarkan oleh Aryo.

Aryo mengaku, batik yang ia buat memang tidak berkaca pada pakem manapun. Karena saat ini hampir semua daerah telah menciptakan batik khas daerah masing-masing.

Selain kain batik, Aryo juga membuat kreasi pakaian batik. Modelnya, juga dibuat oleh teman-teman difabel. Meski buan model hasil kreasi sendiri, tapi teman-teman difabel cukup kreatif dengan menambahkan detail lainya.

Bertahan di Tengah Pandemi

Bagi Aryo, kunci bertahan di tengah pandemi adalah dengan memasrahkan dan mengikhlaskan hasil usaha pada Yang Maha Kuasa.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved