Khofifah Kucurkan Rp 28 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Pedesaan

Anggaran sebesar Rp 28 miliar telah disiapkan Pemprov Jatim dan sebagian sudah disalurkan lewat program Jatim Puspa serta BUMDes

Humas Jatim
Gubernur Khofifah dalam kunjungannya ke Bojonegoro menyerahkan bantuan modal usaha melalui program JATIM PUSPA dan BUMDes, Minggu (20/9/2020). 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 terus dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Selain dalam bentuk pembagian bantuan sosial (bansos), kini Khofifah juga gencar menyalurkan hibah berupa bantuan keuangan khusus bagi usaha-usaha mikro di pedesaan.

Tak kurang, anggaran sebesar Rp 28 miliar telah disiapkan Pemprov Jatim dan sebagian sudah disalurkan untuk program tersebut yaitu program Jatim Pemberdataan Usaha Perempuan (Puspa) serta bantuan keuangan khusus untuk BUMD Desa (BUMDes).

Gubernur Khofifah mengatakan khusus program Jatim Puspa di tahun 2020 ini sudah dialokasikan anggatan Rp 23,7 miliar. "Program ini kita memberikan stimulan modal usaha produktif senilai Rp 2,5 juta setiap penerima manfaat (KPM)," terang Khofifah, Selasa (22/9/2020).

KPM dari program Jatim Puspa ini adalah rumah tangga miskin berbasis perempuan untuk didorong agar bisa memiliki usaha yang mapan yang bisa meningkatkan ekonomi keluarga. Dengan harapan jika mereka berdaya maka mereka akan dapat keluar dari garis batas kemiskinan.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, kini pihaknya tengah aktif melakukan menyaluran dana hibah Jatim Puspa. Dimana pendistribusiannya diprioritaskan di 15 Kabupaten Jatik yang kini menjadi zona-zona kemiskinan.

"Datanya dari mana? Kita punya datanya dari hasil rekomendasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Di tahun ini sasaran KPM kita untuk Jatim Puspa ada  7.981 KPM pelaku usaha produktif berbasis perempuan," tegasnya.

Lebih khususnya, sasaran penerima bantuan Jatim Puspa adalah kelompok sasaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah Graduasi Mandiri Sejahtera.

Yaitu rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan 8-12 persen terendah yang memiliki anggota rumah tangga perempuan usia produktif dan memiliki anak masih sekolah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Tahun 2019 yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial. 

Dikatakan gubernur perempuan pertama Jatim ini, pemulihan ekonomi di kawasan pedesaan harus terus didorong. Terlebih di era pandemi saat ini, Pemprov Jatim harus memutar akal lebih keras agar tidak lagi terjadi kontraksi ekonomi sebagaimana terjadi di semester satu tahun ini. Dimana Jatim mengalami kontraksi ekonomi sampai minus 5,9 persen.

Selain bantuan keuangan khusus Jatim Puspa, Pemprov Jatim juga mengucurkan bantuan untuk BUMDes. Tahun ini, anggaran Rp 5 miliar sudah disiapkan Pemprov untuk bantuan keuangan BUMDes. Khusus untuk BUMDes Pemprov Jatim memberikan bantuan masing-masing Rp 50 juta.

"Gas dan rem harus terus dikontrol. Selain intensif melakukan upaya pengendalian pandemi, kita juga tak henti mendorong bagaimana agar ekonomi masyarakat Jatim bisa terus berjalan," pungkas Khofifah. (Fatimatuz Zahroh)

Ikuti kami di
Editor: Akira Tandika
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved