Yoni Astuti

Yoni yang tak bahagia dengan pekerjaan sebelumnya, justru mendapat kesempatan menjadi seorang tour guide untuk turis asing.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
SURYA.co.id/Sugiharto
Tak Bahagia Jadi Langkah Awal Yoni Astuti Tekuni Dunia Pariwisata 

TRIBUNNEWSWIKI, Surabaya - Sebelum terjun ke dunia guiding, Yoni Astuti telah lebih dulu bekerja di salah satu travel agent Surabaya. Namun pada saat itu, ia tidak menjadi seorang tour guide. Hanya petugas ticketing, menyesuaikan dengan jurusan yang ia ambil ketika kuliah.

Siapa yang menyangka, jika dari situlah Yoni kemudian tertarik untuk menenami para turis asing berkeliling di Indonesia sambil mengenalkan mereka mengenai budaya?

Ia mengaku merasa tak bahagia saat bekerja di bagian ticketing. Ia pun merasa iri dengan teman-teman tour guide yang bisa bekerja sambil tertawa dengan para tamu.

Yoni kemudian meminta izin pada manajernya untuk mengundurkan diri dan menjadi seorang tour guide. Ia pun dikenalkan oleh Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Timur, almarhum Sutawi untuk ditarik menjadi seorang tour guide.

Kala itu, Yoni ingat betul yang membuat dia terpilih menjadi seorang tour guide yakni, bisa berbahasa Inggris dan aktif naik gunung. Ya, Yoni adalah seorang anggota pencinta alam di kampusnya dulu. Bahkan setelah ia lulus, kegiatan tersebut tetap dilakukan di sela waktu luang.

Berbekal kemampuan bahasa Inggris yang minim, Yoni tetap percaya diri untuk berbicara dengan beberapa turis. Karena dalam benaknya, kemampuan tersebut bisa maju apabila ia mempraktikkan secara langsung.

Hal itu, kemudian memacu Yoni untuk tidak patah semangat dalam melatih kemampuan berbahasa Inggrisnya. Setiap hari, selama satu jam, ia berlatih sendiri dengan tulisan dan berbicara di depan kaca, agar kemampuan bahasa Inggrisnya meningkat.

Menjadi seorang tour guide untuk wisatawan asing, tidak menghilangkan jiwa berpetualang Yoni, yang notabene adalah seorang anggota pencinta alam.

Dengan beberapa rekan lainnya, Yoni kemudian memiliki rencana untuk membuat wisata mendaki gunung. Saat itu tujuannya mendaki Gunung Semeru.

Rencana yang menurut Yoni bagus itu, rupanya mendapat penolakan hampir di semua usaha travel agent. Hingga akhirnya pada tahun 1995, ada satu travel agent yang menerima ide Yoni.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved