Batik Malangan

Salah satu identitas Malang Raya adalah batik Malangan. Mari mengenal seluk beluk batik Malangan.

suryamalang/rifky edgar
Batik Malangan dipamerkan di ajang Pameran Batik Malang Kucecwara 2020 

TRIBUNNEWSWIKI, SURABAYA - Setiap daerah di Nusantara memiliki batik khas masing-masing. Tak terkecuali Malang Raya yang memiliki Batik Malangan sebagai salah satu identitasnya. 

Banyak ragam batik khas Malang yang telah berkembang dari berbagai daerah di Malang Raya ini, antara lain Batik Druju, Batik Celaket, Batik Blimbing, dan lain-lain.

Dikutip dari Jurnal Penelitian Mahasiswa dan Dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang yang berjudul "Karakter Warna Batik Malangan Sebagai Dasar Desain Interior Galeri Batik Malangan", batik khas Malang terdiri atas tiga komponen yakni, dasar atau isen-isen, motif pokok, dan motif hias atau penunjang.

Ragam karakter dan warna yang dimiliki Batik Malangan tergantung pada daerah asal batik tersebut. Dikutip dari tulisan Dahlia Irawati yang tayang di Harian Kompas, 5 April 2008 tentang "Batik Malangan, Keresahan Identitas", umumnya batik-batik tersebut terinspirasi oelh Batik Malang sebelum tahun 1900-an.

Dikutip pula dari Jurnal Universitas Negeri Malang yang ditulis Putri Mulyanti pada 2012 mengenai "Studi tentang Motif Batik Druju Dusun Wonorejo Kabupaten Malang", Batik Druju identik dengan warna hitam pekat, sifatnya kontras dipadu dengan warna terang, baik warna primer seperti merah, biru, kuning, atau warna-warna sekunder seperti jingga, nila, dan hijau. Hal ini sangat berbeda dengan Batik Celaket yang umumnya berwarna cerah ceria.

Warna dan Motif Batik Malangan

1. Batik Singosari

Batik dari Singosari dan daerah lainnya di Kabupaten Malang, termasuk lebih dominan menggunakan warna alami kayu, batuan, dan sebagainya seperti warna soga/coklat, coklat kekuningan, coklat kemerahan, hitam dan dipadukan dengan warna terang kuning atau putih.

Value/nilai warna yang digunakan umumnya bernada tinggi minor, bersifat halus dan feminin, dan rendah mayor memberi kesan seram atau berdaulat, resmi. Dominasi komposisi warna berskema monokrom dan analogus memberi kesan tenang, formal, elegan.

Beberapa motif Batik Singosari antara lain, Pending, Parijoto, Padma, Renggo, Candi Singosari, Langsep, dan Kendedes. Jika dilihat dari sisi filosofis dan unsur motif, umumnya Batik Singosari membicarakan tentang aturan tata krama dan keselarasan hidup, menghormati Tuhan dan leluhurnya serta sesama dan alam.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved