Prof Dr Suryani Dyah Astuti

Prof Dr Suryani Dyah Astuti SSi MSi adalah guru besar Universitas Airlangga yang memiliki keahlian di bidang Biomedika. Ini hasil risetnya.

surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Prof Dr Suryani Dyah Astuti SSi MSi saat berorasi ilmiah dalam pengukuhannya. 

SURYAWIKI, SURABAYA – Sejak tahun 1990 telah dibuktikan bahwa bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia mampu membentuk biofilm.

Biofilm adalah suatu komunitas sel bakteri yang terstruktur dan saling menempel, yang mampu melekat pada permukaan biologis maupun benda mati. Biofilm tersebut berhubungan dengan penyakit infeksi yang kronis.

Dengan formasi tersebut menyebabkan bakteri pembuat biofilm mampu bertahan terhadap lingkungan ekstrim yang membahayakan.

Untuk itu, guru besar biomedika pertama di Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Suryani Dyah Astuti SSi MSi menguraikan inovasi pengembangan instrumen medis berbasis fotonik untuk terapi antimikroba dan biomodulasi.

Hal ini merupakan metode alternatif untuk mengatasi infeksi biofilm pada penyakit kronis.

Hal ini disampaikan prof Dyah dalam pengukuhannya pekan ini.

Dikatakannya, terapi fotodinamik merupakan suatu metode yang digunakan untuk menghilangkan suatu sel yang berbahaya seperti mikroba, kanker dan penyakit infeksi.

kombinasi cahaya, fotosensitiser dan oksigen akan menyebabkan fotoinaktivasi pada bakteri.

“Yaitu penghambatan aktivitas metabolisme sel karena kerusakan membran sitoplasmik akibat peroksidasi oleh oksigen reaktif,” tutur Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi aktif ke-14 tersebut.

Menurut prof Dyah, fotosensitisasi sebagai salah satu kombinasi merupakan proses penyerapan cahaya oleh molekul fotosensitiser yang selanjutnya mengaktifkan reaksi kimia yang menghasilkan berbagai spesies oksigen reaktif.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved