Dosen Unesa Kenalkan Perilaku 3P Guna Mencegah Penyebaran Covid-19

Sekumpulan dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menginisiasi perilaku 3P untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/akira tandika
Prayudi Setiawan Prabowo melakukan sosialisasi dengan memberikan buku saku gerakan 3P ke salah satu warga di sekitar tempat tinggalnya. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Sekumpulan dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menginisiasi perilaku 3P untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Perilaku 3P merupakan singkatan dari positif, peduli, dan patuh, di mana lewat perilaku ini, diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat saat pandemi COVID-19.

Prayudi Setiawan Prabowo, satu di antara dosen yang tergabung dalam kumpulan dosen tersebut mengaku, ide pengenalan perilaku 3P ini berawal dari keresahan yang ia rasakan secara pribadi.

"Saya melihat banyak terjadi perselisihan, salah satunya di grup WhatsApp warga tempat saya tinggal saat menanggapi berita COVID-19. Banyak beredar informasi yang kurang bisa dipertanggungjawabkan karena tidak jelas sumbernya," terangnya saat dihubungi, Senin (12/10/2020).

"Selain itu, beberapa perselisihan warga mengenai tetangga yang positif COVID-19. Apakah mereka perlu dibantu saat melakukan karantina mandiri di rumah. Juga masih ditemukan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan," lanjutnya.

Atas alasan tersebut, Prayudi kemudian tergerak untuk mengubah perilaku warga di sekitaran rumahnya melalui perilaku 3P yang ia inisiasi.

Dalam perilaku 3P terdapat tiga aspek yakni, positif, peduli, dan patuh. Prayudi melanjutkan, positif berarti setiap warga harus mulai membiasakan diri untuk mengakses sumber terpercaya mengenai informasi terkair COVID-19.

"Kemudian warga juga harus mulai membiasakan diri untuk peduli pada diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Ini juga berfungsi untuk era new normal, di mana masyarakat akan kembali beraktivitas seperti biasanya," ujar Prayudi.

Kemudian yang terakhir adalah untuk membiasakan masyarakat patuh pada protokol kesehatan yang sudah ada. Termasuk di dalamnya aturan yang telah diterapkan oleh aparat setempat seperti RT/RW.

"Nah, untuk memudahkan masyarakat mengingat perilaku tersebut saya dan teman-teman dosen menggunakan media buku saku. Selain melakukan sosialisasi lewat video, buku saku ini juga sangat efektif karena memiliki bentuk yang ringkas dan mudah dibawa ke mana-mana," jelas Prayudi.

Untuk saat ini, Prayudi masih melakukan sosialisasi di lingkungan tempat tinggalnya dengan menggandeng PKK dan pengurus koperasi.

Selain itu, Prayudi mengatakan sasaran program ini memang tertuju pada ibu-ibu atau gerakan yang dilakukan oleh ibu-ibu.

"Kenapa ibu-ibu? Karena ada pepatah bahwa hati seorang perempuan akan bersama keluarga dan orang yang dicintainya di manapun dia berada," ungkapnya.

Ke depan, Prayudi dan beberapa dosen lainnya berencana melakukan sosialisasi mengenai gerakan 3P hingga ke Tulungagung, Surabaya, Sidoarjo, dan Sumenep, yang merupakan tempat tinggal masin-masing dosen.

Tags
Unesa
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved