Sylvi Mutiara

Sylvi Mutiara adalah salah satu penulis yang turut berpartisipasi dalam buku "Jejak Langkah Puan". Buku ini dirilis pada 10 Oktober 2020 lalu.

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
ist/dok.pribadi
Penulis dan traveler Sylvi Mutiara saat berada di dalam kamar hotel gantung Purwakarta, Jawa Barat. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Sylvi Mutiara adalah salah satu penulis yang turut berpartisipasi dalam buku "Jejak Langkah Puan". Buku ini dirilis pada 10 Oktober 2020 lalu oleh Padmedia Publisher.

Dalam buku tersebut, Sylvi menceritakan pengalamannya saat traveling ke Hotel Gantung Purwakarta bersama keluarganya.

Sylvi telah menyukai traveling sejak pertama kali diajak oleh sang ibu.

"Nah, kalau mulai melakukan solo travelling dan menggunakan uang sendiri baru saat kuliah," ujarnya.

Tujuan solo travelling pertama Sylvi adalah Brunei Darussalam. Selanjutnya, pada tahun 1998 ia sudah menginjakkan kaki ke Eropa tanpa menggunakan travel agent.

"Ingat betul, pada tahun itu internet belum sehebat sekarang. Sehingga, apapun keadaannya harus bertanya langsung pada orang sana," kenangnya.

Selain itu, untuk sekadar memberi kabar pada keluarga atau bertanya pada teman, Sylvi harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Karena saat itu hanya ada telepon dan SMS, yang biayanya cukup mahal jika harus antarnegara.

Tidak hanya itu, pengalaman nyasar saat melakukan solo travelling juga pernah dialami Sylvi. Tak tanggung-tanggung, ia bahkan sampai harus mengelilingi Skotlandia karena salah naik bus dan berujung kesasar.

Tips Traveling Aman

Bagi Sylvi, traveling aman tidak hanya berlaku bagi perempuan, tapi juga semua orang.

Menurutnya, perlu untuk mencari tahu terlebih dulu mengenai negara yang akan dikunjungi sebelum berangkat.

"Ada beberapa negara yang tidak aman untuk perempuan. Ada pula negara yang tidak aman jika ingin melakukan solo traveling. Sebaiknya sebelum berangkat harus memastikan hal ini terlebih dulu," jelasnya.

Kedua adalah perlunya mempelajari kebudayaan negara lain. Bagi Sylvi, poin ini tak kalah penting.

Saat melakukan traveling ke negara lain, harus bisa menghormati budaya di negara tersebut.

"Bukan malah memaksakan budaya kita untuk bisa diterima di sana. Saya menemui banyak kasus seperti ini saat melakukan traveling," pungkasnya.

Baca juga: Pandemi Tak Menghalangi Sylvi Mutiara Tetap Traveling

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved