Aquascape

Aquascape merupakan seni mengatur ekosistemn di dalam akuarium yang terdiri dari tanaman, air, batu, karang, kayu, dan yang lainnya.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Salah satu Aquascape yang turut dipamerkan di Ciputra World Surabaya, Minggu (25/10). Pameran yang digagas oleh Surabaya Scaper Community digelar hingga Minggu (1/11) mendatang di Lower Ground Atrium. 

SURYAWIKI, Surabaya - Aquascape merupakan seni mengatur ekosistemn di dalam akuarium yang terdiri dari tanaman, air, batu, karang, kayu, dan yang lainnya.

Aquascape tidak hanya fokus pada pemeliharaan ikan, namun juga semua komponen yang ada di dalam akuarium.

Seni ini telah ada sejak tahun 1930-an dan kembali menjadi tren di Indonesia pada 1990-an.

Aquscape yang biasa disebut taman dalam air, memiliki beberapa style umum yakni, dutch, natural, dan diorama. Untuk membuat satu karya aquascape biasanya dibutuhkan biaya hingga Rp 500 ribu.

Dilansir dari tribunjogja.com, tujuan utama pembuatan aquascape adalah untuk membuat sebuah lanskap bawah air yang indah dan bagus. Namun dalam pembuatan dan pemeliharaannya, ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan.

Ada banyak faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan pembuatan dan pemeliharaan aquascape yakni, pencahayaan yang berfungsi sebagai pengganti sinar matahari untuk proses fotosintesis.

Selain itu, karbondioksida (CO2) juga terhitung penting untuk tanaman. Tak hanya itu, faktor lainnya seperti pupuk dan filterisasi atau penyaringan air juga menjadi prioritas.

Bahkan suhu juga penting untuk diperhatikan, jangan biarkan suhu aquascape terlalu tinggi. Suhu yang terlalu tinggi dapat membuat tanaman atau fauna di dalamnya mati.

Sementara suhu yang terlalu dingin dapat membuat fauna menjadi pasif.

Ikuti kami di
Tags
aquascape

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved