Aghnaita Firdayanti, Sosok di Balik Pidato-pidato Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko

Di balik pidato-pidato resmi yang disampaikan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, ada sosok perempuan bernama Aghnaita Firdayanti. Apa perannya?

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/benni indo
Aghnaita Firdayanti, sosok perempuan yang bertugas membuat naskah pidato Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. 

SURYAWIKI, BATU – Pidato resmi yang sering dibacakan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko sejatinya sudah disusun jauh-jauh hari sebelum acara dilaksanakan. Di balik semua kata yang tertulis dalam naskah pidato itu, ada andil sosok perempuan bernama Aghnaita Firdayanti (29).

Dialah orang yang memiliki peran sentral menyusun setiap kata menjadi kalimat, lalu menjadi paragraf dalam pidato-pidato resmi wali kota. Lulusan pascasarjana Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada (UGM) ini telah menjadi penyusun naskah pidato Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko sejak 2018.

“Saya staf penyusun naskah sambutan wali kota sejak 2018. Pekerjaannya menyusun naskah sambutan wali kota,” katanya saat ditemui di tempat kerjanya di Bagian Humas.

Seperti apa sih cara kerja penyusun naskah pidato orang nomor satu di Kota Batu itu?

Diceritakan Aghnaita, sebelum menyusun naskah ia membutuhkan bahan yang akan disusun. Bahannya pun beragam. Jika wali kota memberikan sambutan pada acara pertanian, maka bahannya pertanian. Di bidang kesehatan, maka bahannya tentang kesehatan.

“Biasanya dinas menyediakan poin-poinnya, lalu saya kembangkan sendiri. Kalau tidak ada, ya saya cari di Google,” ujar perempuan yang suka kucing ini.

Setelah mendapatkan bahan, Aghnaita menyusun naskah. Katanya, yang perlu diperhatikan ketika menyusun naskah adalah tata bahasanya. Kedua, keterkaitan antara paragraf.

“Saya juga tidak boleh lupa poin yang ingin disampaikan wali kota. Setiap pidato, wali kota punya pesan-pesan. Baik di akhir atau di tengah. Kalau akhir-akhir ini, wali kota sering menekankan mematuhi protokol kesehatan,” paparnya.

Aghnaita juga tidak menutup kebanggaannya, sambil malu-malu, ia merasa menjadi 'pengendali' apa yang akan disampaikan oleh wali kotanya sendiri. Di sisi lain, ia menyadari adanya tanggung jawab dari apa yang ia buat.

“Apakah merasa mengendalikan, jujur iya merasakan kayak gitu, seperti saktilah,” katanya diikuti dengan tawa.

Namun naskah yang ia buat harus melewati pemeriksaan terlebih dahulu. Ada tahapan koreksi sebelum naskah pidato ditaruh di meja wali kota.

Namanya pekerjaan, Aghnaita menyadari tidak selalu berjalan mulus. Selalu ada tantangan di setiap pekerjaan, pun apa yang pernah ia rasakan.

Sekali waktu, naskah yang ia buat tidak dibaca. Ada juga isi pidato tidak sesuai dengan isi naskah yang ia buat.

“Kadang ada sedihnya juga ketika tidak terbaca. Dari situ saya belajar, mungkin kurang nyambung isi naskahnya,” paparnya. (Benni Indo)

Baca juga: Mengenal Devina Konatra, CEO Tanly Hospitality yang Juga Menggeluti Bisnis Kecantikan

Baca juga: Desainer Yeny Ries Rajin Konsumsi Multivitamin Sebelum dan Sesudah Show

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved