Sejak Sebelum Pandemi, Owner NJS Gold Naomi Julia Sudah Terbiasa Pakai Masker

Sejak sebelum pandemi, Owner NJS Gold, Naomi Julia sudah terbiasa memakai masker saat keluar rumah. Jadi, kini diapun tak kesulitan.

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Naomi Julia, owner NJS Gold mengaku sudah terbiasa memakai masker sebelum terjadinya pandemi covid-19 

SURYAWIKI, SURABAYA - Owner NJS Gold, Naomi Julia mengaku tak begitu kaget dengan kebiasaan memakai masker seperti yang diminta pemerintah sebagai langkah pencegahan menyebarnya COVID-19.

Pasalnya, Julia dan keluarga telah terbiasa memakai masker saat keluar rumah.

"Kalau dibilang stress karena menerapkan kebiasaan baru sih nggak juga. Karena sejak sebelum pandemi pun sudah terbiasa menggunakan masker. Bahkan pernah saat saya pergi dengan keluarga, justru keluarga saya sendiri satu-satunya di tempat itu yang memakai masker," jelasnya saat ditemui di Kantor NJS Gold di Kawasan Berbek Industri, Selasa (1/12/2020).

Hanya saja, saat pandemi menjadi kebiasaan tersebut jadi lebih ketat. Termasuk menerapkan beberapa protokol lainnya seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta memakai masker dan menggantinya tiap empat jam sekali.

"Karena lebih ketat itu, saya sekarang sampai harus pakai dua masker untuk meminimalisir paparan COVID-19. Rasanya? Tentu saja lebih sesak daripada biasanya. Tapi ya tetap saya lakukan untuk menjaga diri," kelakarnya.

Julia mengaku, perilaku 3M tak hanya ia terapkan di rumah saja, namun juga di pabrik tempatnya bekerja.

Sejak awal pandemi Julia telah mengikuti anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol 3M. Secara rutin Julia juga memberikan asupan vitamin bagi seluruh karyawannya untuk memperkebal sistem imunitas.

"Kalau di rumah, protokol itu sudah pasti dijalankan. Bahkan bisa lebih ketat. Tiap orang yang bukan keluarga masuk ke rumah, harus disemprot disinfektan dulu baru cuci tangan yang memang sudah saya sediakan di depan garasi," jelasnya.

Julia juga kerap melakukan sterilisasi rumah dan pabriknya. Bedanya di rumah, mungkin bisa setiap hari. Sedangkan di pabrik, minimal satu minggu sekali saat pegawai libur.

"Karena pegawai di sini tidak terlalu banyak, kemungkinan mereka berkerumun pun sebenarnya kecil. Namun sebagai antisipasi saja, saya meminta mereka untuk bergantian saat melakukan istirahat. Ini saya lakukan supaya mereka tidak bergerombol jadi satu di kantin," tutur Julia.

Selebihnya, lanjut Julia, para pegawainya juga menyadari untuk selalu menggunakan masker, rutin mengecek suhu tubuh, dan melakukan tes secara berkala.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved