Naomi Julia Bangun Bisnis NJS Gold dengan Basis Keluarga

NJS Gold merupakan bisnis yang dibangun Naomi Julia empat tahun lalu, tepatnya pada 2016 silam.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
NJS Gold merupakan bisnis yang dibangun Naomi Julia empat tahun lalu, tepatnya pada 2016 silam. 

SURYAWIKI, Surabaya - NJS Gold merupakan bisnis yang dibangun Naomi Julia empat tahun lalu, tepatnya pada 2016 silam.

Bukan secara tiba-tiba Julia memilih membuka bisnis perhiasan di antara usaha lainnya. Meski bukan perusahaan turunan, namun ayah Julia dulunya juga merupakan pengusaha emas dan perhiasan yang kini sudah berskala besar.

Sebelum terjun memiliki usaha perhiasan, Julia merupakan seorang wholesaler yang memang fokus pada perhiasan dan emas. Hingga sang ayah meninggal dunia, Julia kemudian diminta untuk meneruskan usaha tersebut.

Namun saat itu, Julia merasa belum mampu. Hingga akhirnya sebuah momen membuat dia berpikir ulang untuk meneruskan usaha tersebut.

"Saya melihat, akan banyak karyawan yang terkena PHK jika saya tidak meneruskan usaha ini. Banyak dari mereka yang justru mendorong saya agar membuka atau meneruskan usaha ini," terang pemilik NJS Gold tersebut saat ditemui di pabrik NJS Gold, di Kawasan Berbek Industri beberapa waktu lalu.

Bukan tujuan Naomi Julia mengembangkan bisnis perhiasaan yang ia geluti saat ini menjadi seperti sekarang. Bahkan, ia sempat ingin berhenti dari kerasnya dunia bisnis saat anak-anaknya sudah memasuki bangku kuliah beberapa tahun lalu.

"Saya ingin kembali jadi pengajar, persis seperti yang saya lakukan dulu saat masih tinggal di Purwokerto, Jawa Tengah. Jujur waktu itu saya sudah capek dan tidak memiliki cukup tenaga untuk kembali berbisnis," ujarnya.

Namun, hal lain justru mengubah cara pandang Julia yang sebelumnya sama sekali tidak ingin kembali berbisnis.

"Kalau saya berhenti, nasib karyawan yang sudah telanjur bekerja ini bagaimana? Dari situ, akhirnya semangat saya berbisnis kembali muncul," imbuhnya.

Meski awalnya sempat menolak untuk kembali berbisnis, Julia kemudian dapat menikmati bisnis yang ia bangun tersebut.

Perkembangan NJS di Masa Pandemi

Bila dilihat secara umum, selama pandemi perekonomian memang mengalami penurunan. Namun, nilai investasi justru mengalami kenaikan.

Awal pandemi, Julia sempat bingung ingin menerapkan pola kerja seperti apa agar sesuai dengan kondisi saat ini yaitu, ekonomi tetap berjalan dan kesehatan karyawan terjaga. Maka kemudian diputuskan untuk karyawan agar masuk secara bergantian.

"Saat itu yang saya pikirkan adalah bagaimana karyawan ini tetap bisa bekerja dan bisnis berjalan di tengah pandemi yang serba tak pasti ini. Jadi sebagai pebisnis, memang yang diperhatikan tidak hanya laju ekonomi, tapi juga kesejahteraan karyawan," jelasnya.

Meski belum sebesar produk pesaing, kondisi ini membuat Julia sedikit lebih beruntung dari perusahaan lainnya. Ia lebih bisa mengatur flow karyawan yang masuk serta menjadi lebih bisa fokus pada produk-produk terbaru mereka karena tidak terburu waktu.

Keadaan buruk ini tak membuat Julia berhenti berkreasi. Justru di kondisi serba terbatas ini, ia berusaha mengambil kesempatan untuk memberikan yang terbaik lagi.

Menurut Julia, baik di masa pandemi maupun tidak, investasi dalam bentuk emas banyak dicari oleh orang. Hanya saja permintaan bentuk dari perhiasan emas itu yang berbeda.

Meskipun banyak yang mengatakan bahwa investasi emas di masa pandemi tidak akan dilirik, nyatanya Julia menemukan data yang terbalik.

"Di masa pandemi, orang-orang justru giat melakukan investasi karena mereka tidak tahu kondisi seperti ini akan sampai kapan. Hanya saja, permintaan berubah. Dari yang suka banyak batu permatanya, berganti dengan kandungan emasnya lebih tinggi," ungkap Julia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved