Naomi Julia Terapkan Pola Asuh Kombinasi pada Anaknya

Naomi Julia sepenuhnya menerapkan pola asuh di zamannya, untuk diaplikasikan pada anak-anaknya di era sekarang. Ia memilih untuk melakukan kombinasi.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
Bagi Naomi Julia, menjadi perempuan kuat, cerdas, dan mandiri, bukan berarti menggeser peran laki-laki. Hal itu yang harus dimiliki perempuan. 

SURYAWIKI, Surabaya - Di era milenial seperti saat ini, banyak orang tua yang tersesat dalam pola pengasuhan seperti zaman mereka dulu. Padahal, ada beberapa poin yang sudah tidak sesuai lagi jika diterapkan pada masa sekarang.

Naomi Julia memahami betul hal itu. Ia tidak bisa sepenuhnya menerapkan pola asuh di zamannya, untuk diaplikasikan pada anak-anaknya di era sekarang. Hingga ia memilih untuk melakukan kombinasi pola asuh pada anaknya.

"Saya lebih pilih melakukan kombinasi antara keduanya. Karena tidak jarang, aturan kehidupan masih berpegang pada era dulu, namun saya juga harus open minded dengan hal-hal baru di era sekarang," terangnya.

Julia merupakan tipikal orang tua yang membiarkan anaknya melakukan experience apapun, selagi memiliki alasan dan tujuan yang jelas.

Jika sudah begitu, tidak ada alasan baginya untuk menolak keputusan sang anak.

Sejak dulu hingga sekarang, Julia selalu menanamkan pada anak-anaknya untuk memiliki karakter. Itu termasuk hal penting yang harus dilakukannya sedini mungkin.

Baginya, secerdas dan sepintar apapun sang anak, jika tidak memiliki karakter yang kuat dan baik, kemungkinan berhasilnya tidak lebih dari 50 persen.

"Hitungan sukses atau berhasil sebetulnya tidak hanya terpacu pada materi, tapi lebih pada menjadi pribadi yang berguna. Misal, kalau mereka tumbuh menjadi seseorang yang memiliki karakter tidak jujur, sudah pasti tidak akan berjalan baik hidupnya," jelas Julia.

Tak hanya karakter, wajib juga hukumnya bagi orang tua agar mampu memelihara mental anaknya supaya sehat.

Julia mencontohkan, orang tua dan anak yang memiliki ikatan kuat dapat membuat kesehatan mental keduanya juga baik.

"Saat orang tua dan anak memiliki ikatan yang baik, hal-hal yang memicu stress seperti, kecurigaan berlebih, dan lain sebagainya tentu tidak akan terjadi," tutup Julia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved