Dosen UNESA Ajak Puluhan Guru SMP Lab School Mengenali dan Manfaatkan Media Belajar Daring

dosen Unesa memberikan pelatihan pada guru SMP Lab School Surabaya, mengenai pemanfaatan media belajar daring selama belajar dari rumah.

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
ist
Pelatihan "Pemanfaatan Media Pembelajaran Daring" digelar melalui aplikasi Zoom dengan membawakan tiga materi. Pelatihan ini diikuti sekira 22 guru SMP Lab School Surabaya. 

SURYATWIKI, SURABAYA - Peran media pembelajaran daring makin eksis di masa pandemi seperti sekarang ini. Namun, tidak semua orang mampu memanfaatkan media pembelajaran daring secara maksimal.

Hal tersebut kemudian mendorong beberapa dosen di Universitas Negeri Surabaya untuk memberikan pelatihan pada guru SMP Lab School Surabaya, mengenai pemanfaatan media belajar daring selama belajar dari rumah.

"Dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), kami menginisiasi pelatihan ini untuk menyikapi kondisi saat ini. Karena pembelajaran tidak bisa dilakukan dengan tatap muka, maka aplikasi pembelajaran ini yang membantu para guru dan murid untuk tetap terhubung," terang Rina Harimurti, Dosen Fakultas Teknik UNESA yang menggelar pelatihan tersebut.

Lewat aplikasi seperti Google Classroom, Edmodo, dan Quizziz, guru-guru dapat dengan mudah menyiapkan materi hingga mengadakan kuis yang dilakukan secara daring.

"Materi yang kami siapkan ini merupakan hasil diskusi yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga, materi ini memang betul-betul yang dibutuhkan oleh guru di SMP Lab School Surabaya," tuturnya.

Rina mengatakan, selama pelatihan guru-guru juga menyampaikan yang menjadi kesulitan mereka selama melakukan pembelajaran daring. Selain karena sinyal, juga penggunaan aplikasi yang dinilai kurang interaktif.

"Maka, dalam pelatihan tersebut kami juga memperkenalkan salah satu aplikasi yang cukup interaktif yakni, Quizziz," imbuhnya.

Ia melanjutkan, aplikasi tersebut memungkinkan para murid untuk lebih memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru karena sifatnya yang interaktif seperti pengadaan kuis.

Pelatihan tersebut digelar selama 36 jam yang mana masing-masing materi diajarkan selama 12 jam baik secara teoritis maupun praktik.

"Hasil dari pelatihan tersebut mendapat respon positif dari para guru yang menjadi peserta," tutupnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved