Yulius Widi Nugroho Kawinkan Fotografi Dengan Puisi

"Awalnya karena bingung. Tiap ingin mengunggah foto, kita harus pusing memikirkan caption yang tepat. Maka, saya buat puisi," ujarnya.

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
ist
Yulius Widi Nugroho (kiri) dan karya fotografi serta puisinya. 

"...nak, perjalanan masih jauh,
itu pun yang dilalui bukan jalan,
itu pun hanya untuk mencapai perahu,
itu pun belum tentu ada pengemudinya..."

SURYAWIKI, SURABAYA - Begitu sepenggal puisi yang dibuat oleh Yulius Widi Nugroho. Puisi itu dibuat Yulius untuk melengkapi hasil jepretannya yang menggambarkan seorang ibu tengah menggendong anaknya dan melewati pantai yang surut.

Yulius dikenal sebagai seorang fotografer, namun sejak beberapa tahun lalu, ia mulai mendalami seni fotografi yang digabungkan dengan sepenggal puisi.

"Awalnya cuma karena bingung. Tiap ingin mengunggah foto, kita harus pusing memikirkan caption yang tepat. Maka, pada waktu itu saya juga terpikirkan untuk membuat puisi," terang Yulius dalam sesi webinar 'Santai Sejenak: Respons Foto dengan Puisi' yang digelar oleh House of Sampoerna secara virtual.

Bagi Yulius, membuat puisi membutuhkan tahapan proses. Namun saat ini yang bisa dibagikan adalah membuat sepenggal puisi bisa berangkat dari kata kunci.

"Kita kembali melihat pada foto yang ada. Cermati betul-betul apa yang ada dalam foto tersebut. Kemudian cari makna, baik secara harfiah ataupun kiasan, untuk dijadikan puisi," tuturnya.

Pria yang juga seorang dosen DKV ISTTS itu melanjutkan, bentuk fotografi-puisi sebetulnya ada banyak macam. Puisi bisa dibuat sendiri atau diambil penyair terkenal.

"Namun tentu dengan menyertakan kredit penulis dan menyesuaikan dengan foto yang kita ambil supaya selaras," imbuh Yulius.

Ditanya soal keselarasan, Yulius mengatakan bahwa karya yang ia buat harus selaras, baik dari segi foto maupun puisi yang ditulis.

Karena baginya, kedua hal itu berfungsi untuk menguatkan satu sama lain. Serta membuat karya tersebut lebih enak untuk dinikmati.

Meski begitu, Yulius tidak menekankan bahwa proses menghasilkan sebuah karya harus seperti itu.

Sebetulnya, penggabungan karya fotografi dengan teks bukanlah hal baru. Salah satunya adalah fotografi jurnalistik yang selalu disertai teks untuk menjelaskan informasi.

"Semua itu tergantung pada tujuan penggabungan dua hal itu. Tujuan pemberian teks pada fotografi jurnalistik dan komersial tentu tidak sama," tutupnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved