Suara Hati Perempuan Dalam Novel Quatre Karya Venita Beauty

Penulis Venita Beauty menuangkan lika-liku kehidupan perempuan dengan berbagai problematikanya dalam novel Quatre.

Editor: eben haezer
ist
Penulis Venita Beauty saat menunjukkan novel terbarunya yang berjudul Quatre. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Perempuan kerap ditempatkan dalam berbagai aturan. Tidak boleh ini, tidak boleh itu, harus seperti ini, harus seperti itu. Terlebih lagi jika tentang pernikahan.

Setidaknya hal ini yang ditangkap oleh Venita Beauty, seorang pengarang Surabaya. Ia menuangkan kegelisahan tersebut dalam novel terbarunya, Quatre.

"Quatre diambil dari bahasa Prancis, artinya empat. Novel ini menceritakan tokoh perempuan yang seolah berada dalam kotak segi empat. Di mana tiga sisinya merupakan problem, sementara satu sisi adalah passion," ungkap Venita, Selasa (26/1/2021).

Dikisahkan dalam novel ini, seorang perempuan berusia menjelang 30-an bernama Rosita. Ia  merupakan sosok yang berbakat dan mempunyai mimpi membuka toko kue sendiri.

"Di saat yang sama, pilihannya dipertanyakan oleh banyak orang termasuk keluarganya. Kenapa ia sangat berambisi punya bisnis sukses, padahal ia sudah berumur," kata penulis berusia 25 tahun ini.

Oleh lingkungannya, ia dituntut untuk segera menikah. Mengingat sang adik sudah menikah terlebih dahulu.

"Jadi ketika bisnisnya dalam ambang kehancuran, mamanya semakin mendesak untuk mengakhiri bisnisnya dan cepat menikah. Rosita bertanya-tanya kenapa ia tidak bisa menentukan hidupnya sendiri," urainya.

Novel ini merangkum cerita-cerita dari perempuan yang merasa terkengkang. Venita juga turut menyisipkan pengalamannya.

"Saya ingin mewakili perasaan para perempuan. Saya ingin mengajak orang untuk memahami bahwa perempuan berhak menentukan pilihannya sendiri, bukan terpatok dari standar sekitar," papar Venita.

Ia sendiri merampungkan karya fiksi ini setahun lebih dua bulan, dengan beberapa revisi dan perombakan.

"Sebenarnya September sudah selesai, namun karena ada beberapa revisi akhirnya baru fix November. Kemudian naik cetak pada Januari 2021 ini," tutur penulis kelahiran 6 Juli 1994 ini.

Ia sendiri banyak riset tentang kue dan Prancis. Mengingat kedua hal ini sangat erat dengan novel yang diterbitkan oleh Penerbit Diandra ini.

"Melalui Quatre, saya berharap bisa mengajak dunia memandang hidup dari kacamata perempuan. Ada perempuan yang punya cita-cita, punya passion, nggak melulu soal menikah," pungkasnya. (christine ayu)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved