Cerebral Palsy Tak Menghalangi Fira Fitri Fitria Mengejar Pendidikan Tinggi

Meski sejak 2 tahun mengidap cerebral palsy, Fira Fitri Fitria tak menyerah dan berjuang mendapatkan pendidikan yang tinggi

ist
Fira Fitri Fitria 

Laporan Wartawan Surya, Mochamad Sudarsono

SURYA.co.id | TUBAN - Sejak usia 2 tahun, Fira Fitri Fitria (33), perempuan dari Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, kabupaten Tuban, didiagnosis Cerebral Palsy atau lumpuh otak.

Akibatnya, dia tak bisa berjalan dan harus dibantu kursi roda kemanapun pergi.

"Sejak usia dua tahun sudah didiagnosis lumpuh otak. Saya yatim piatu, Papa meninggal 2001 dan mama 2014," kata Fira kepada Surya, Rabu (3/2/2021).

Beranjak dewasa, dara kelahiran 11 Juni 1987 itu membuktikan bahwa kondisi fisiknya bukanlah penghalang untuk maju. 

Diai terus menempuh pendidikan tinggi dan kini tercatat sebagai mahasiswi Magister Kebijakan Publik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Ia merupakan penerima beasiswa AUNDPPnet University Malaya Malaysia (Nippon Foundation Jepang).

"Harus tetap semangat, semua mempunyai kesempatan yang sama, termasuk di dunia pendidikan," beber pengidola Sri Mulyani dan Tri Rismaharini.

Bahkan, pendiri Organisasi Disabilitas Tuban (Orbit) ini sudah pernah ke Jepang dan Amerika Serikat mewakili Indonesia pada akhir 2019.

Ia terpilih sebagai satu-satunya peserta Difabel yang mewakili Indonesia di internasional Visitor Leadership Program.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved