Filosofi Merak Dalam Lukisan Pembuka Tahun Karya Aimee Tri

Pelukis Aimee Tri membuka tahun 2021 dengan membuat karya lukis yang terinspirasi dari keindahan merak. Ini maknanya

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/akira tandika
Pelukis Aimee Tri membuka awal tahun dengan membuat karya lukis yang terinspirasi dari keindahan merak. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Pelukis Aimee Tri membuka tahun 2021 dengan membuat karya lukis yang terinspirasi dari keindahan merak.

Lewat beragam ukuran kanvas, Aimee mencoba menorehkan warna-warni merak yang indah sebagai simbol awal baru atau the new beginning.

"Merak memiliki karakter unik. Tak hanya indah, bulu-bulunya sangat menawan dan menarik perhatian bagi yang melihat," ujarnya.

Aimee mengibaratkan merak seperti manusia yang cantik atau tampan, menawan, dan menarik perhatian, meski memiliki sikap pendiam serta pemalu.

Tak hanya itu, Aimee melihat merak sebagai hewan yang rendah hati.

"Dia tahu kalau indah, tapi dia juga tidak pernah memamerkan keindahannya pada orang," sambung Aimee.

Lewat simbol keindahan tersebut, Aimee ingin mengawali tahun dengan karya yang indah serta memiliki corak unik.

Perempuan kelahiran 24 Juni itu mengaku, dalam satu bulan telah membuat kurang lebih 10 lukisan merak. Meski tidak semuanya selesai secara detail.

"Melukis memang kegiatan yang sudah saya lakukan setiap hari. Namun, banyak proses yang dilalui. Misalnya saja saat pandemi seperti sekarang ini. Perlu waktu yang lebih lagi untuk memperbaiki kualitas karya maupun diri sendiri," jelas Aimee.

Dalam melukis keindahan merak, Aimee mengatakan tetap menemui kendala meski audah terbiasa. Terutama saat melukis bulu halus merak pada kanvas.

"Harus hati-hati karena gaya lukisan saya masih apa adanya atau apa yang terlihat dimata,” terangnya.

Namun, Aimee tetap berusaha untuk setidaknya mencapai batas minimal supaya dapat mirip dengan wujud aslinya.

Melalui karya tersebut, Aimee juga masih sempat menyisipkan pesan bahwa hidup itu harus seimbang.

"Meski merak tampak cantik dan gagah, tapi tetap tidak bisa terbang sejauh burung-burung lainnya. Maksudnya, semuanya harus seimbang dan tidak boleh berlebihan. Begitulah kita sebagai manusia yang tetap juga ada kelebihan dan kekurangan,” paparnya.

Menurutnya, jika seseorang punya sebuah kelebihan, merasa terlalu bangga juga tidak baik. Begitu pula jika ada kekurangan, merasa terlalu rendah diri juga tidak baik.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved