dr Dewa Nyoman Sutayana SH MH MARS

Nama dr Dewa beberapa hari terakhir ini cukup viral di media sosial setelah mendapat ancaman pembunuhan dari akun Instagram @neofasisme.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
Tribunnewswiki/Akira Tandika
dr Dewa saat diwawancara secara eksklusif oleh reporter Harian Surya. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Nama dr Dewa beberapa hari terakhir ini cukup viral di media sosial. Hal itu terjadi setelah dia mendapat ancaman pembunuhan dari akun Instagram @neofasisme.

dr Dewa menjadi satu di antara dokter yang aktif mengampanyekan penerapan protokol kesehatan melalui media sosial.

Namun, kegiatan positif tersebut tidak selalu mendapat respon yang baik pula. Salah satunya seperti yang selalu dilakukan oleh akun @neofasisme pada dr Dewa. Berawal dari kontra hingga berujung pada ancaman pembunuhan.

Alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu kemudian melaporkan pengguna akun @neofasisme ke pihak kepolisian untuk mendapat perlindungan hukum.

"Karena pendekatan klarifikasi yang saya lakukan secara pribadi dengan dia tidak dipenuhi. Maka, saya melapor untuk mendapat perlindungan negara," ujarnya pada Harian Surya.

Lewat kejadian ini, dokter yang besar di Bali tersebut meminta agar seluruh masyarakat memperhatikan tiap opini yang akan dituangkan ke ranah publik.

Menurutnya, semua warga negara boleh berpendapat. Hanya saja jangan dimasuki unsur lain seperti, hate speech, fitnah, bahkan ancaman.

"Hati-hati, jangan berdalih kebebasan berpendapat, karena beda sekali berbeda pendapat dengan pendapat yang dimasuki hal-hal tadi," tuturnya.

Terakhir, dr Dewa berharap setelah adanya laporan bisa menjadi efek jera bagi pelaku serta menjadi pembelajaran.

"Juga supaya saya dapat terlindungi secara hukum dan hak saya secara aman terjamin," tutup dr Dewa.

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved