Refleksi Kebhinnekaan Dalam Batik Shio di Kota Malang

Jika biasanya batik shio hanya menonjolkan satu motif hewan dari Astrologi Cina, Batik Shio karya Lusiana menampilkan 12 motif hewan

surabaya.tribunnews.com/rifky edgar
Beragam Batik Shio karya desainer batik dan kriya Lusiana Limono, 

SURYAWIKI, MALANG - Batik Shio buatan Lusiana Limono, perempuan asal Malang memiliki motif yang berbeda dari batik lain pada umumnya.

Jika biasanya batik shio hanya menonjolkan satu motif hewan dari Astrologi Cina, Batik Shio karya Lusiana menampilkan 12 motif hewan yang langsung ke dalam satu karyanya.

Hal tersebut menjadi ciri khas dari Batik Shio yang dia ciptakan berdasarkan dari perenungan yang dia rasakan.

Batik Shio buatan perempuan kelahiran Surabaya tersebut dia kreasikan menjadi kain, baju, tas, masker, angpao dan syal.

"Memang ciri khas saya yang aku kreasikan menampilkan ke-12 motif hewan dari astrologi Cina. Ini berbeda dari kreasi Batik Shio yang lain yang biasanya satu karya hanya satu motif hewan saja," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (5/1).

Ke-12 motif hewan yang dia tampilkan tersebut dianggapnya sebagai bentuk keberagaman.

Alasan itulah yang membuat Lusiana fokus menjadi desainer Batik Shio sejak tahun 2017.

"Karya saya adalah simbol keberagaman. Karena Indonesia ini kaya akan budaya, suku yang menjadi kebhinekaan," ucapnya.

Dari segi pemasaran, Batik Shio buatan Lusiana sudah hampir terjual ke seluruh Indonesia.

Perempuan yang sudah menggeluti dunia kriya dan desainer batik sejak tahun 2010 itu, lebih banyak menjual karyanya ke Jakarta sembari dia jual di online shop.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved