Lewat Kedai Kopi, SCCC Beri Wadah Anak Jalanan untuk Asah Skill Sekaligus Pemulihan Mental

Lewat kedai Kala Rasa, SCCC ingin anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat dan melatih kepercayaan diri mereka.

SURYA.co.id/Habibur Rohman
KEDAI KREATIF - Suasana kedai Kala Rasa di kawasan Babatan Wiyung Surabaya, Sabtu (6/2/2021). Selain menawarkan berapa macam pilihan kopi, kedai ini juga memberikan layanan konsultasi bagi permasalahan remaja sekaligus ke depannya juga menampung hasil UMKM maupun kreasi anak jalanan. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Mengembalikan rasa percaya diri anak-anak yang pernah "berlabel" tidak mudah. Terlebih proses yang dilalui cukup panjang. Namun itu merupakan suatu keharusan. Terutama bagi teman-teman di Surabaya Children Crisis Centre (SCCC).

"Karena anak ini masih memiliki jalan yang panjang menuju masa depan. Jika mereka terkekang dengan pemikiran buruk orang lain atau dirinya sendiri, mereka akan menjadi tidak percaya diri," terang Sekretaris SCCC Tis'at Afriandi saat ditemui di kawasan Babatan Wiyung Surabaya.

Maka, Tis'at dan teman-teman yang tergabung dalam SCCC berupaya sebaik mungkin untuk memberikan cara agar anak-anak tidak hanya pulih dari trauma masa lalu, namun juga memiliki kepercayaan diri di lingkungan sosial.

Tis'at mengaku pernah bertanya pada anak binaanya ketika mereka mendapat kesempatan mengikuti pelatihan pekerjaan yang digelar oleh sebuah lembaga.

"Ternyata di lembaga tersebut, anak-anak hanya diberikan pelatihan teknis. Saya tidak menyalahkan, karena anak-anak juga perlu. Namun untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, di Surabaya masih kurang atau bahkan belum ad lembaga yang seperti itu," jelasnya.

Maka, lewat kedai Kala Rasa, ia ingin anak-anak bisa berinteraksi langsung dan melatih kepercayaan diri mereka.

Kedai Kala Rasa dibuat Tis'at supaya tidak hanya menjadi tempat berbisnis, namun juga wadah bagi anak-anak binaan SCCC.

"Di sini, mereka bisa mengasah skill secara nyata. Maksudnya, tidak terbatas ruang dan melakukan interaksi langsung dengan masyarakat," imbuhnya.

Bagi Tis'at, pembelajaran yang betul dan memberi makna pada anak-anak, memang harus 'bersentuhan' langsung dengan masyarakat.

Sama seperti kedai kopi pada umumnya, Kala Rasa menjual aneka kopi dari biji yang berasal dari ragam daerah di Jawa Timur seperti, Bojonegoro, Tulungagung, Gresik, dan Tuban.

Selain itu, nantinya Kala Rasa juga akan memberikan ruang bagi pelaku UMKM yang ingin melakukan promosi atau membuat workshop.

"Dengan bergabungnya UMKM, bisa menjadi kesempatan tersendiri bagi anak-anak. Barangkali mereka kemudian dipercaya bergabung dengan UMKM tersebut. Intinya, saya dan teman-teman sebisa mungkin memberikan mereka jalan untuk show up ke masyarakat," paparnya.

Melalui kedai Kala Rasa, Tis'at sekaligus ingin melakukan kampanye pada masyarakat mengenai perlindungan anak.

Tidak hanya melalui tulisan yang terpampang di dinding kedai, namun juga obrolan yang bisa saja tercipta sembari menikmati kopi.

"Tidak lupa, kampanye lain yang saya sisipkan di sini adalah, setiap pembelin minuman atau makanan di sini, 10 persennya akan didonasikan untuk anak-anak yang tidak mampu, kegiatan sosial, dan lain sebagainya," tutupnya.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved