Fashion

Terinspirasi "Venezia dari Timur", Aryani Widagdo Rancang Kimono Tongli untuk Imlek 2021

Aryani menceritakan, Kimono Tongli ini ia buat karena terinspirasi dari sebuah kota di Cina Timur yang mendapat julukan "Venezia dari Timur".

surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Aryani Widagdo dengan desain kimono Tongli zero waste karyanya. Kimono Tongli terinspirasi dari sebuah kota di Cina Timur yang mendapat julukan "Venezia dari Timur". 

SURYAWIKI, SURABAYA - Desainer Aryani Widagdo merancang kimono outer untuk perayaan Imlek 2021.

Ditemui di kediamannya di kawasan Bukit Golf Surabaya, Aryani mengaku tak memiliki rencana khusus membuat busana untuk Imlek.

"Itu sebetulnya pesanan klien. Dia ingin dibuatkan baju untuk perayaan Imlek, namun dengan sentuhan sedikit modern. Akhirnya saya buatkan Kimono Tongli tersebut," tutur perempuan yang juga menjadi pegiat busana zero waste itu.

Aryani menceritakan, Kimono Tongli ini ia buat karena terinspirasi dari sebuah kota di Cina Timur yang mendapat julukan "Venezia dari Timur".

"Kotanya sangat tradisional. Alat transportasi di sana masih ada yang menggunakan perahu, karena banyak sungai," terangnya.

Dalam pembuatan Kimono Tongli, Aryani juga menerapkan konsep zero waste yang sudah ia tekuni selama empat tahun terakhir ini. Maka dari itu, ia betul-betul memanfaatkan kain agar tidak meninggalkan sisa.

Kain linen dan kain bali dipilih Aryani sebagai bahan dasar pembuatan Kimono Tongli tersebut.

"Kain linen sebagai bahan dasar utama. Sementara kain bali, saya aplikasikan di bagian kerah dan juga tangan. Nah, kalau tali yang menjuntai seperti terusan kerah itu, saya buat dari linen sisa," jelas Aryani.

Bagian depan Kimono Tongi dibuat potongan asimetris dan sedikit panjang pada bagian kanan dan kiri. Sementara bagian belakang lebih pendek.

"Kimono Tongli ini lebih cocok dipadukan dengan highwaist jeans. Sehingga dapat menutup bagian belakang. Model ini pun sebetulnya lebih cocok dipakai anak muda, karena lebih modern," imbuhnya.

Sementara itu, untuk menguatkan tema Imlek, Aryani menyematkan kancing cina pada bagian atas kimono.

"Potongan kimono ini akan menciptakan siluet yang dinamis dan modern secara bersamaan," tutup Aryani.(akira tandika)

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved