Ingin Bangun Startup? Perhatikan 2 Hal Penting Ini Sebelum Memulainya

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR Achsania Hendratmi menyebut, ada dua hal penting yang perlu dimiliki ketika ingin merintis Startup.

IST
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, Achsania Hendratmi. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, Achsania Hendratmi atau yang akrab disapa Achsania, menyebut ada dua hal penting yang perlu dimiliki ketika ingin merintis bisnis Startup.

Menurut Achsania, modal utama merintis startup adalah memiliki validasi ide dan niat serta mental yang kuat.

"Niat dan mental tahan banting yang kuat adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh sesorang yang ingin memiliki bisnis. Sebab, perjalanan membangun bisnis bukanlah hal yang linear dan selalu mengalami kenaikan," ujar Achsania, Selasa (8/2/21) di Surabaya.

Kata dia, perlu memiliki niat dan mental yang kuat, lantaran perjalanan membangun bisnis adalah hal yang tidak pasti, kadang dapat naik kemudian turun.

Pengalaman jatuh bangun pasti akan dirasakan oleh para pebisnis. Terutama pebisnis pemula sehingga diperlukan mental yang kuat, tidak gampang menyerah, dan tahan banting.

“Mental yang kuat dan tahan banting adalah syarat mutlak dan utama. Karena sering kali pemula berangkat dengan harapan indah tanpa disiapkan pula mental yang kuat dan sikap tidak gampang menyerah,” jelas dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR tersebut.

Selain perlu memiliki mental dan niat yang kuat saat merintis startup, kata Achsania, perlu juga memiliki validasi ide.

Ia menilai, ide bisnis bukan hanya sekedar ide yang terlihat menarik dan potensial, namun ide telah dikembangkan berdasarkan market research dan data, bahkan sudah divalidasi oleh target pasar.

“Sebagai contoh, ide tersebut dikonfirmasikan ke target pasar atau konsumen apakah ide produk tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka dan menjadi pemecahan masalah atas apa yang dirasakan oleh target pasar,” lanjutnya.

Dosen sekaligus Ketua Bidang Inkubator Bisnis dan Teknologi di Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inovasi (BPBRIN) UNAIR tersebut juga menjelaskan bahwa ide untuk start up atau perusahaan pemula berbasis teknologi dan inovasi, perlu berada di titik tengah antara technology push dan market pull.

"Yaitu, ide tidak hanya berdasarkan adanya teknologi baru namun juga didasarkan pada kebutuhan target pasar atau dapat disebut dengan istilah sweet spot," sambungnya.

Achsania melanjutkan, terdapat berbagai cara untuk melakukan validasi ide bisnis, misalnya dengan melakukan market research atau melakukan focus group discussion dengan mengundang target sasaran.

“Pada produk digital, validasi ide dapat dilakukan dengan membuat produk dalam versi beta untuk diuji pakai dan uji guna sembari menunggu mendapatkan feedback perbaikan fitur, komposisi, dan lain sebagainya,” pungkasnya. (Fikri Firmansyah)

Ikuti kami di
Editor: Akira Tandika
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved