Warga Bondowoso Sulap Paralon Bekas Jadi Kreasi Lampu Hias

Hosen Amir mengumpulkan paralon bekas untuk dijadikan lampu hias dengan beragam ukiran antara lain abstrak, karakter kartun, hingga Virus Corona.

SURYA.CO.ID/Danendra Kusuma
Hosen Amir Tahirat warga Dusun Bata Timur, Desa Tegal Jati, Sumberwringin, Bondowoso tengah membuat kerajinan lampu hias dari paralon bekas. 

SURYAWIKI, BONDOWOSO - Bagi sejumlah orang paralon bekas merupakan barang yang tidak berguna. Namun, berbeda dengan Hosen Amir Tahirat warga Dusun Bata Timur, Desa Tegal Jati, Sumberwringin, Bondowoso.

Ia justru mengumpulkan paralon bekas untuk dijadikan produk yang layak jual. Lewat kekreatifannya, Hosen menyulap paralon bekas menjadi lampu hias dengan beragam ukiran antara lain abstrak, karakter kartun, hingga model Virus Corona.

Saat ditemui di kediamannya, Hosen tambah sibuk membuat sketsa gambar pada permukaan paralon menggunakan pulpen. Tak lama ia lantas mengukir pola garis sketsa gambar menggunakan bor. Gambar abstrak pada paralon sedikit demi sedikit terbentuk.

Hosen memulai usaha lampu hias dari paralon bekas awal pandemi Covid-19, tepatnya Mei 2020.

Kala itu, ia melakukan banyak kegiatan di rumah. Agar tak bosan, ia coba-coba membuat sebuah kerajinan.

Dari awal ia memang tertarik membuat kerajinan lampu hias dari paralon. Meski minim skill dalam membuat kerajinan itu, semangat Hosen tak surut.

"Saya belajar secara otodidak lewat YouTube. Pertama kali praktik membuat lampu hias dari paralon bekas memang tak gampang, banyak kesalahan saat mengukir. Tetapi saya belajar terus hingga berhasil," katanya, Selasa (9/2).

Ia membuat lampu hias dengan bahan paralon bekas bermacam ukuran, salah satunya 4 dim atau berdiameter 11,4 cm. Bahan-bahan itu didapat dari pengepul.

"Dalam sehari saya dapat membuat lampu hias antara 2-3 unit bergantung kesulitannya," terangnya.

Hosen membuat lampu hias dari paralon beragam ukiran dari kartun hingga binatang. Ia juga menerima pesanan lampu hias dengan ukiran sesusai keinginan pelanggan.

"Saya terus berinovasi, paling baru saya membuat lampu hias dari stik eskrim dan motif Corona. Lampu hias motif Corona dibuat dengan tambahan ornamen bola plastik. Itu agar tampak seperti bentuk virus," urainya.

Adapun harga lampu hias dari paralon buatan Hosen variatif mulai Rp 60 ribu sampai Rp 90 ribu. "Untuk lampu hias Corona kami beri harga Rp 100 ribu, karena pembuatannya sulit, dan membutuhkan waktu lebih lama,'' terangnya.

Dalam memasarkan produknya, ia memanfaatkan teknik getok tular dan lewat aplikasi pesan singkat. Ke depan, ia akan memperluas pemasaran produknya.

"Saat ini pelanggan saya masih sekitaran Bondowoso. Pernah satu kali mendapat pesanan dari luar kota. Saya akan melebarkan sayap penjualan dengan memasarkannya lewat media sosial Facebook maupun Instagram," pungkasnya. (Danendra Kusuma)

Ikuti kami di
Editor: Akira Tandika
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved