Mengenal Sosok Ang Kang Hoo, Sang Filantrop Pendiri National Hospital Surabaya

Ang Kang Hoo adalah satu dari tiga orang pemimpin PT Imora Motor yakni, Ang Kok Ha, dan Ang I Teng, yang berhasil memasukkan mobil Honda ke Indonesia

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
ist/intisari online
Ang Kang Hoo 

SURYAWIKI, SURABAYA - Di telinga milenial, sosok Ang Kang Hoo tampak begitu asing. Namun, justru karena dia, mobil Honda bisa masuk ke Indonesia.

Ang Kang Hoo merupakan satu di antara tiga orang pemimpin PT Imora Motor yakni, Ang Kok Ha, dan Ang I Teng, yang berhasil memasukkan mobil Honda ke Indonesia.

Makin kuatnya hubungan Honda Motor Co. dengan PT Imora Motor karena kuatnya marketing yang dilakukan oleh Ang Kang Hoo. Hingga pada akhirnya tak perlu waktu lama untuknya untuk memperlebar dealer Honda di berbagai daerah di Pulau Jawa.

Gandhi Wasono, jurnalis dan penulis buku biografi Ang Kang Hoo, menceritakan keterkaitan sang pengusaha dengan bidang kemanusiaan setelah mewawancarai puluhan narasumber.

"Jiwa kemanusiaan yang dimiliki Ang Kang Hoo tidak serta merta ada saat dirinya telah sukses melebarkan bisnis dealer di Pulau Jawa. Bahkan jauh sebelum itu," buka Gandhi dalam "Dialog Intisari Spesial Imlek - Sang Filantrop Ang kang Hoo" yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Intisari Online, Rabu (10/2/2021).

Rasa kemanusiaan yang tinggi telah tertanam di dalam diri Ang Kang Hoo saat masih berusia dini. Ia tumbuh dari keluarga yang serba kekurangan. Ayahnya sakit, sehingga mengharuskan sang Ibu banting tulang seorang diri untuk menghidupi enam orang anak.

Ang Kang Hoo tidak menyelesaikan sekolahnya yang saat itu sudah menginjak kelas 2 SMA. Pertama, karena ia terlibat pertengkaran dengan teman sekelasnya. Kedua, karena sang Adik, Ang Peng Yong yang masih sangat kecil sakit-sakitan.

"Ia berpikir, daripada adiknya diadopsi oleh orang lain, maka ia memilih bekerja membantu sang Ibu agar kehidupan keluarganya lebih membaik," tutur Gandhi.

Dari latar belakang tersebut yang kemudian membuat Ang kang Hoo selalu menindak serius tentang isu kesehatan.

"Juga ketika Ayahnya meninggal dunia, itu karena tidak mendapat perawatan yang baik dari rumah sakit," imbuhnya.

Bermula dari menjadi seorang donatur tetap di rumah sakit sosial di dekat kantor PT Imora Motor. Bahkan, Ang Kang Hoo juga mengajak serta teman-temannya untuk berdonasi supaya operasional rumah sakit sosial itu tetap berjalan.

Ang Kang Hoo didukung oleh dokter di rumah sakit sosial tersebut berinisiatif membuka rumah sakit baru yang bisa mendatangkan profit. Secara berturut-turut, kemudian dibangun RS Pluit, RS Gading Pluit, dan National Hospital Surabaya.

Saat mendirikan National Hospital Surabaya, yang menjadi acuan Ang Kang Hoo adalah supaya orang Surabaya tidak perlu berobat ke luar negeri. Bahkan, nama National Hospital pun dipilih Ang Kang Hoo untuk mewakili rasa nasionalismenya.

"Pada masa itu, banyak rumah sakit di Indonesia yang berdiri dengan embel-embel 'international'. Namun Ang Kang Hoo dengan percaya diri dan penuh harap supaya National Hospital dapat menjadi rujukan pasien dari seluruh Indonesia," kata Gandhi.

Meski National Hospital diresmikan setelah Ang Kang Hoo meninggal dunia, namun semangat yang ditanamkannya tetap mengalir.

"Berbicara mengenai rumah sakit sebetulnya bentuk dari dua hal yakni, antara lembaga bisnis dan sosial. Bagaimana tetap bisa membantu orang dari segala strata sosial, namun juga harus tetap bisa berjalan baik dari segi bisnis," sambung CEO National Hospital Surabaya Adj Prof Hananiel Prakasya Widjaya.

Namun kembali lagi, pesan yang selalu ditanamkan Ang Kang Hoo, yang kini juga diteruskan oleh anaknya, bahwa urusan uang dalam membantu orang adalah nomor kesekian. Terpenting, pasien tersebut harus selamat terlebih dulu.

"Meski kami adalah rumah sakit profit, namun sisi sosial tetap harus berjalan. Itu pesan yang selalu ditanamkan oleh owner pada seluruh karyawan," tutup dokter yang akrab disapa Hans itu.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved