Benarkah Kekurangan Sinar Matahari Bisa Menyebabkan Depresi?

Terdapat banyak sekali penyebab depresi seperti, genetik, hormon, atau kekurangan sinar matahari.

IST
Benarkah Kekurangan Sinar Matahari Bisa Menyebabkan Depresi? 

SURYAWIKI, SURABAYA - Menurut WHO, secara global terdapat lebih dari 264 juta orang yang menderita depresi.

Gejala depresi yang paling umum, antara lain kehilangan ketertarikan terhadap sesuatu, kehilangan kenikmatan dalam menjalani aktivitas, mood yang berubah-ubah selama setidaknya dua minggu.

Ciri-ciri depresi lainnya yang mungkin timbul akibat depresi adalah kesulitan tidur (insomnia), kehilangan nafsu makan, dan rasa cemas berlebih.

Terdapat banyak sekali penyebab depresi, seperti genetik, hormon, atau kejadian-kejadian yang baru saja dialami oleh seseorang.

Selain itu, ternyata kekurangan sinar matahari juga dapat menjadi penyebab depresi.

Hal ini karena matahari ada setiap hari. Berbeda dengan negara-negara yang memiliki 4 musim berbeda setiap tahunnya.

Mereka tidak setiap hari dapat menikmati sinar matahari sehangat wilayah tropis.

Tim Dokter Lifepack, dr. Irma Lidia menambahkan dalam sebuah penelitian kelompok kecil, sejumlah wanita yang mengalami depresi ketika diperiksa kadar vitamin D dalam darahnya ditemukan rendah.

Kemudian diberi suplementasi vitamin D hingga kadar dalam darahnya normal yang ternyata juga mengalami perbaikan pada gejala depresi yang dialami.

Vitamin D meningkatkan serotonin di otak. Serotonin yang rendah bisa menyebabkan depresi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved