Tularkan Gaya Hidup Sehat, Perempuan di Madiun Ciptakan Produk Sambal Pecel Kurma

Perempuan yang akrab disapa Elian ini menggunakan kurma dan Himalayan salt atau garam himalaya sebagai pengganti gula dan garam.

surabaya.tribunnews.com/rahardian bagus
Elian menunjukan varian sambal pecel kurma inovasinya. 

SURYAWIKI, MADIUN - Di Kota Madiun, seorang warga bernama Elian Giovani Dea Consetta membuat inovasi resep baru dalam pembuatan sambel pecel.

Perempuan yang akrab disapa Elian ini menggunakan kurma dan Himalayan salt atau garam himalaya sebagai pengganti gula dan garam. Idenya muncul, setelah ia ingin beralih pada gaya hidup sehat.

Tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, Elian sudah merilis sambel pecel kurma ini sejak akhir tahun lalu. Wanita yang gemar menulis ini memberi merk sambel pecelnya dengan nama Saqurma.

‘’Saqurma itu akronim dari Sambal Kurma, karena menggunakan kurma sebagai pengganti gula,’’ katanya saat ditemui di rumahnya di Jalan Cokrobasonto Gang III, Kelurahan Josenan, Kota Madiun, Kamis (18/2/2021).

Ia menuturkan, saat ini ada tiga varian rasa yang tersedia. Yakni, pedas, sumer (sedang), dan Diet Pecel.

Elian mengatakan, dari ketiga varian rasa, varian Diet Pecel ini menjadi produk andalannya. Varian Diet Pecel, tidak menggunakan gula dan garam dari bahan apapun, sehingga rendah kalori.

Dari ketiga varian tesebut, menu Diet Pecel paling laris di pasaran. Selain lebih sehat, olahan ini tidak hanya cocok dimakan dengan nasi seperti sambal pecel pada umumnya.

Sambal Diet Pecel, juga bisa menjadi saus untuk salad atau salad dressing. Sambal Diet Pecel ini juga dapat dimakan untuk sambal cocolan untuk menambah kenikmatan rasa.

"Saya pakai jenis Kurma Sukkari atau Kurma Raja. Menurut saya, rasanya paling mendekati gula merah. Produk saya tidak pakai minyak sama sekali. Jadi kacangnya juga kacang oven, bahan lain disangrai," imbuhnya.

Meski menggunakan bahan premium, Saqurma dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Elian menjual Saqurma dengan harga sekitar Rp 11 ribu hingga Rp 13 ribu per 150 gram.

Ia memasarkan dan mempromosikan produknya secara online. Di antaranya menggunakan Instagram dan marketplace Shopee.

"Bisa juga pesan melalui nomor WA yang tertera di IG,’’ ujar alumni kampus ITS Surabaya ini.

Sedangkan para konsumennya tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Antara lain, Malang, Surabaya, Jakarta, hingga Jambi.

Ke depan, Elian ingin mencoba varian sambel lainnya. Tidak hanya pecel khas Kota Madiun, tapi juga sambal jenis lainnya, dengan bahan-bahan yang sehat dan premium. (Rahardian Bagus)

Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved