Tips Merawat Keris: Seperti Tubuh Harus Rajin, Bersih, dan Wangi

Bagi Agus Riyanto, merawat keris sama halnya dengan merawat diri sendiri. Harus rajin, bersih, dan wangi. 

surabaya.tribunnews.com/akira tandika
Pengunjung saat menyimak penjelasan kolektor keris dalam pameran Gemstone & Antiques Fair di Ciputra World Surabaya. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Bagi Agus Riyanto, merawat keris sama halnya dengan merawat diri sendiri. Harus rajin, bersih, dan wangi. 

"Karena begini, seperti halnya manusia saja. Kalau nggak rajin mandi, pasti nggak cantik dan ganteng, kan?" ujar Agus dalam pameran Gemstone and Antiques Fair yang digelar di Ciputra World Surabaya.

Untuk merawat keris, Agus biasanya minyak melati atau cendana. Selain dapat memberikan aroma wangi bunga, penggunaan minyak dalam perawatan keris untuk menghindari karat.

"Merawatnya cukup disikat atau dilap. Kalau membersihkan dengan cara dilap, harus menggunakan kain. Jangan kapas. Karena serabutnya bisa nyantol di keris," tuturnya.

Agus juga menyarankan untuk menggunakan sarung tangan saat membersihkan keris. Karena terbuat dari logam, bagian keris bisa cukup berbahaya jika dibersihkan tanpa menggunakan sarung tangan.

Sebetulnya, tidak perlu waktu khusus jika ingin membersihkan keris. Namun untuk beberapa kepercayaan, biasanya akan menerapkan hal tersebut.

Hari yang dianggap baik dan cocok untuk membersihkan keris biasanya saat malam satu suro atau Tahun Baru Islam.

"Selain itu, keris juga bisa dibersihkan berdasar weton pemiliknya, selasa kliwon, jumat legi, jumat kliwon, dan ketika bulan purnama," tandas Agus.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved