Agus Riyanto Ingin Kenalkan Keris Pada Milenial Sebagai Kekayaan Budaya

Agus Riyanto salah satu kolektor keris di Indonesia sejak 20 tahun lalu. Ia ingin mengenalkan makna keris sesungguhnya kepada seluruh masyarakat.

surabaya.tribunnews.com/akira tandika
Pengunjung saat menyimak penjelasan kolektor keris dalam pameran Gemstone & Antiques Fair di Ciputra World Surabaya. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Agus Riyanto merupakan satu di antara kolektor keris yang telah menggeluti hobi tersebut sejak 20 tahun lalu. Selain karena keris memiliki sisi yang menarik, Agus rupanya juga berupaya melestarikan kekayaan budaya itu agar dapat dikenalkan pada anak cucunya.

"Sejak 20 tahun lalu, saya sudah aktif mengoleksi keris. Tidak hanya untuk diri saya sendiri, namun juga saya pamerkan di galeri untuk menarik perhatian kolektor," terang pria yang akrab disapa Agus Keris itu, saat ditemui dalam pameran Gemstone and Antiques Fair yang digelar di Ciputra World Surabaya.

Agus termasuk salah satu kolektor yang aktif mengenalkan keris. Tak hanya di Indonesia, namun juga luar negeri.

Tercatat, ada beberapa negara seperti Australia, Malaysia, dan lainnya, yang telah dikunjungi Agus untuk sekadar mengisu pameran dan mengenalkan keris.

Sebetulnya, Agus mengenalkan keris tidak hanya untuk milenial saja, namun juga seluruh masyarakat. Agar sama-sama memiliki penilaian yang sama terhadap keris.

"Kita semua pasti tahu, keris ini selain memiliki nilai budaya tinggi, pun banyak mitosnya. Seperti, memiliki keris di rumah untuk membantu mencari rejeki. Itu tidak benar. Masyarakat banyak mengambinghitamkan keris untuk aktivitas ritual. Padahal, justru yang bertanggung jawab penuh adalah yang memiliki keris itu," jelas Agung.

Di Indonesia, keris tergolong dalam tiga jenis yakni, keris tua, keris enom-enoman, dan keris kamardikan yang dibuat setelah Indonesia merdeka.

Namun, Agus menerangkan, Keris Majapahit masih menjadi satu-satunya keris yang banyak digemari.

"Sebetulnya, semua keris memiliki sisi menarik yang tidak sama. Namun, sampai saat ini, keris Majapahit yang masih menjadi incaran. Itu karena cerita Majapahit yang dikenal dapat menaklukan Indonesia dan ASEAN, erat kaitannya dengan keris tersebut," tutur Agus.

Soal harga, keris bisa dibanderol dari harga Rp 500 ribu hingga milyaran. Namun, itu tergantung pada kisah, serta pemilik keris tersebut.

Agus mencontohkan, bila keris tersebut dijual oleh kolektor kenamaan, harganya bisa puluhan juta. Namun, saat pemiliknya adalah seorang presiden, harganya pun bisa menjadi lebih mahal dari itu.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved