Lyhonk Kembangkan Pembuatan Topeng Malangan Mikro, Bikinnya Perlu Pakai Kaca Pembesar

Lyhonk kini mengembangkan pembuatan topeng malangan ukuran mikro. Diameternya antara 1,5 cm sampai 3 cm.

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
TOPENG MALANG MINI - M Sugeng alias Lyhonk membuat topeng Malangan karakter Soreng Pati mini berukuran 1,5 cm x 1,5 cm pesanan sebuah museum di rumahnya di Jalan Hasanudin, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jumat (19/2/2021). Sejak dua bulan terakhir, penari topeng malangan yang juga perajin topeng malangan ini fokus memproduksi karakter topeng malangan berukuran mini dengan detil seperti aslinya yang dipasarkan Rp 300 ribu per topeng. 

SURYAWIKI, MALANG - Muhammad Sugeng atau Lyhonk dikenal sebagai pembuat topeng malangan di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Kini ia mengembangkan pembuatan topeng malangan ukuran mikro. Diameternya antara 1,5 cm sampai 3 cm. Maka ia harus memakai kaca membesar sebagai alat kerjanya.

"Kalau dikerjakan biasa, detil-detilnya kurang bisa. Makanya saya pakai kaca pembesar," jelas Lyhonk saat ditemui di Jalan Hasanudin, Jabung, Jumat (19/2/2021).

Karena mikro, jika ia sudah mengerjakan satu jam, matanya kadang panas. Begitu juga pundaknya penat. Maka ia istirahat dulu. Untuk membuatnya, ia bilang harus dikerjakan dalam suasana santai.

Karena itu, ia tidak mau ditarget waktu pengerjaaan. Namun rata-rata bisa diselesaikan 1,5 hari/topeng mikro.

Saat ini ia sudah mendapat pesanan dari Museum Ganesya Kota Malang sebanyak 100 biji dan sudah diselesaikan sebanyak 15 buah/karakter. Yang sudah selesai sudah diambil oleh pihak museum. 

Namun ia kurang tahu nanti bagaimana peruntukkannya di museum kebudayaan yang berada di area lokasi wisata Hawai Water Park Malang.

"Mungkin nanti melihat topeng mikronya harus pakai kaca pembesar juga," jawabnya.

Meski mikro, detil sekali hasilnya laiknya melihat topeng ukuran besar. Ada lubang mata, hidung, rambut dsb. Cuma bedanya, topeng mikro ini tanpa diberi warna. Sehingga asli warna kayu.

"Detil-detilnya sama dengan topeng besar. Tidak ada yang saya hilangkan," jawab Lyhonk.

Awal pembuatan topeng mikro sejak dua bulan lalu. Sebelumnya ia membuat topeng malangan ukuran besar sejak 2016. Dikatakan, ia pernah bekerja pada maestro topeng malang di Jabung, Mbah Parjo.

"Awalnya dulu saya iseng saja bikin yang mikro. Ternyata ada kolektor yang suka. Peminatnya umumnya kolektor. Kalau masyarakat umum kurang," jawab penari ini. 

Untuk harganya di atas Rp 300.000 untuk ukuran 1,5 cm. Dengan keunikan topeng yang digarapnya, harapannya mendapat perhatian. Namun sisi lain yang ingin ia kenalkan dalam produk ini.

"Intinya, saya ingin mengenalkan tradisi budaya lokal. Ini sebagai loncatan dengan membuat produksi yang unik agar dilirik," jawab seniman ini.

Untuk jenis kayunya, ia memakai kayu sonokeling dan kemuning karena seratnya dan padat. (Sylvianita Widyawati)

Ikuti kami di
Editor: Akira Tandika
Sumber: Surya Malang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved