Pemilihan Putera Puteri Pariwisata Jatim, Peserta Peragakan Batik Khas Daerah Masing-masing

Pemilihan Putra Putri Pariwisata Jatim digelar di Grand City mal, Surabaya. Para pesertanya memakai busana batik khas daerah masing-masing

surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Final Pemilihan Putera Puteri Pariwisata Jatim 2021, peserta peragakan batik khas daerah masing-masing, Minggu (21/2/2021). Mereka memeragakan busana hasil kolaborasi bersama desainer lokal masing-masing daerah.  

SURYAWIKI, SURABAYA - Cute & Cool Management menggelar Pemilihan Putera Puteri Pariwisata Jatim 2021 yang diselenggarakan di Grand City Mall Surabaya, Minggu (21/2/2021).

Para peserta yang terdiri dari anak usia 7 tahun hingga remaja 18 tahun melenggak-lenggok di atas panggung yang terletak di east atrium mal.

Mereka memeragakan busana hasil kolaborasi bersama desainer lokal masing-masing daerah.

"Kami wajibkan memakai dresscode batik untuk peserta. Karena memang salah satu tujuannya mengangkat kearifan lokal. Selain itu, batik ini juga tidak susah untuk dicari," kata Sony Wiehardy, ketua acara sekaligus Owner Cute & Cool Management.

Ditemui di sela acara, Sony menjelaskan bahwa sebelum babak pemilihan ini, para peserta telah mengikuti babak penyisihan terlebih dahulu. Proses seleksi tersebut memakan waktu 5-6 bulan.

"Setiap peserta mewakili daerah dari masing-masing kabupaten/kota di Jawa Timur. Kami minta mereka mengirimkan hasil video yang mempromosikan wisata daerah serta foto diri sebagai profil. Kemudian diambil 65 peserta sebagai finalis," papar Sony.

Dia melanjutkan, sebanyak 65 peserta yang sudah berhasil memasuki babak selanjutnya akan mengikuti pemilihan lagi untuk diambil 5 pemenang.

"Kami ambil kategori peraih putera dan Puteri pariwisata, runner up dan putera/puteri terbaik," ujarnya.

Anindita azarine Dewanto (13) salah satu peserta Pemilihan Putera Puteri Pariwisata mengaku bangga bisa lolos sebagai finalis.

Remaja yang mewakili Kabupaten Jombang ini sengaja mengusung batik khas daerahnya dalam balutan gaun yang menawan.

"Senang bisa terpilih. Untuk ikut final ini saya bawa busana khusus bermotif ringin contong. Batik ini khas Jombang. Motif ringin contong juga dikenal sebagai icon Kabupaten Jombang," kata Anindita.

Ringin contong tersebut, lanjut Anindita diberi warna hijau dan merah yang dalam bahasa Jawa disebut ijo dan abang. "Ijo dan abang ini maksudnya Jombang. Jadi ada filosofi warnanya juga," tambahnya.

Terkait warna gaun yang didominasi warna hitam dan silver tersebut, Anindita mengaku sengaja mengenakan gaun bermotif gelap untuk menambah kepercayaan diri.

"Saya merasa lebih percaya diri dan aura lebih keluar kalau pakai warna gelap. Maka dari itu saya pilih dominan hitam dan silver ini," pungkasnya.(luthfi husnika)

Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved