Desainer Elizabeth Njo Wajibkan Teman Satu Geng Tes Antigen Sebelum Rayakan Cap Go Meh Bersama

Selama pandemi covid-19, desainer Elizabeth Njo dan kawan satu gengnya memperketat syarat untuk kumpul-kumpul, yakni harus rapid test antigen dulu.

surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Setelah tertunda beberapa bulan akibat pandemi, sekumpulan teman dekat yang sebelumnya rutin berkumpul ini akhirnya memutuskan untuk bertemu, Kamis (25/2/2021). Dengan konsep 'Cap Go Meh', anggota mengirimkan ukuran maupun model busana dan masker yang diinginkan pada Elizabeth Njo May Fen (Afen) secara online, serta mengharuskan peserta untuk menunjukkan hasil test antigen sebelum mengikuti pertemuan. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Kumpul dengan teman tanpa rasa khawatir menjadi hal yang dirindukan oleh banyak orang selama masa pandemi ini. Hal itu pun dirasakan oleh desainer Elizabeth Njo dan teman-teman gengnya yang dinamakan JustUS.

Sejak awal pandemi hingga sekarang, desainer yang juga akrab disapa Afen ini mengaku sudah membatasi kegiatannya di luar rumah. Baik untuk bekerja maupun acara kumpul-kumpul.

"Kerjaan saja sebisa mungkin saya selesaikan tanpa bertatap muka. Apalagi untuk sekadar kumpul-kumpul santai bersama teman," terang Afen, Kamis (25/2/2021).

Terhitung sejak November 2020 keinginan untuk bertemu selalu batal karena keadaan. Hingga akhirnya pertemuan itu dapat terwujud saat merayakan Cap Go Meh.

Afen mengaku, tetap meminta teman-temannya untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada meski mereka menjalin hubungan sudah sangat dekat.

"Jadi selain menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan, saya juga mewajibkan teman-teman untuk tes antigen sebelum datang ke acara," lanjutnya.

Bahkan, Afen juga meminta teman-temannya untuk merekam langsung saat melakukan tes tersebut. Ini semata-mata dilakukan Afen agar pertemuan yang telah direncanakan tetap aman.

Selain itu, secara pribadi, Afen menilai teman-temannya memiliki kesadaran untuk rutin melakukan tes.

"Karena kita semua kan punya pekerjaan masing-masing. Kadang juga masih harus keluar rumah, ketemu teman, dan lain sebagainya. Kita juga nggak tahu apakah kita tertular atau nggak. Maka jalan satu-satunya adalah rutin melakukan tes," jelas Afen.

Saat bertemu dengan teman-temannya, Afen benar-benar memanfaatkan waktu yang ada dengan makan bersama, bercerita tentang keseharian hingga pekerjaan.

Apalagi dalam perayaan Cap Go Meh itu, ada beberapa makanan tradisi yang mereka bawa masing-masing dari rumah.

"Jadi kami memang sengaja membuat potluck supaya lebih terjamin saja kebersihan makanan yang dibawa," tutupnya.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved