Ekspresi Keajaiban 28 Seniman dalam Pameran The Magic of Watercolor

Sebanyak 60 lukisan berderet rapi di area Promo 12 lantai ground Royal Plaza Surabaya. Ada berbagai aliran lukisan, mulai dari realis hinga surealis.

Editor: Akira Tandika
SURYA.co.id/Sugiharto
Pengunjung melihat pameran yang digelar oleh Komunitas Lukis Cat Air (Kolcai) Surabaya di Royal Plaza, Selasa (2/3/2021). 

SURYAWIKI, SURABAYA - Sebanyak 60 lukisan berderet rapi di area Promo 12 lantai ground Royal Plaza Surabaya. Ada berbagai aliran lukisan, mulai dari realis, ekspresionis, surealis, sampai impresionis.

Objek yang ditampilkan pun berbeda-beda, seperti figur manusia, pemandangan kota, bunga, fauna, dan sebagainya.

"Total ada 28 peserta. 60 persen di antaranya adalah pelukis muda," ungkap ketua pelaksana pameran Budi Bi.

Gelaran yang diinisiasi oleh Komunitas Lukis Cat Air (Kolcai) Surabaya ini diikuti oleh peserta dari Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, bahkan Bekasi.

"Di masa pandemi seperti ini, kita butuh keajaiban agar bisa memberikan semangat untuk terus berharap, tak mudah menyerah, dan optimis. Maka dengan keajaiban itu, kami berusaha tetap bergerak, menyampaikan harapan melalui lukisan cat air," papar Budi.

Ia sendiri membawa beberapa karya, salah satunya berjudul 'Pakai Maskermu' yang menampilkan objek figur Presiden Joko Widodo mengenakan masker.

"Saya suka melukis human interest ekspresi figur manusia, salah satunya seperti Pak Jokowi yang pakai masker ini," katanya.

Lukisan tersebut ingin menggambarkan bagaimana sosok presiden di tengah pandemi covid-19.

"Proses membuatnya sekitar tiga jam. Kelebihan cat air sendiri memang lebih cepat kering," tambahnya.

Cat air menurutnya sangat ajaib. Pasalnya warna yang diinginkan belum tentu sama persis dengan yang keluar.

"Air punya sifat yang sulit ditebak atau blobor, tidak mudah diatur. Karena mengendalikan air, maka hasilnya tidak bisa sama persis," ungkap Budi.

Lain lagi dengan yang dibawa oleh seniman muda 17 tahun bernama Zeta Ranniry Abidin. Ia mengusung lukisan yang menggambarkan ekspresi tukang becak di kawasan Jembatan Merah.

"Kebetulan waktu jalan-jalan, saya nemu angle foto yang bagus, menarik. Akhirnya saya buat objek lukisan dengan pengerjaan waktu selama seminggu," Zeta menerangkan.

Sama seperti Budi, Zeta menganggap bahwa cat air terbilang unik. Menurutnya, mediumnya yang transparan bisa membuat lebih ekspresif.

"Warnanya bisa lebih ditumpuk-tumpuk, lebih dapat eksperimennya," imbuhnya.

Sejumlah pengunjung yang datang pun tampak melihat setiap lukisan dengan seksama. Tidak sedikit juga yang mengeluarkan gawai untuk berswafoto.

"Keren banget sih, nggak nyangka kalau dari cat air, soalnya emang kelihatan realis banget. Magic-nya dapet sih," ungkap Event Coordinator Royal Plaza Surabaya Shanice Priscilla. (Christine Ayu)

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved