Bawa Pesan Positif Untuk Anak-anak, Hilmi Ramadhan Berkeliling Bacakan Dongeng

Hilmi Ramadhan merupakan salah satu pendongeng dan pegiat literasi di Surabaya. Kisah-kisahnya selalu ditunggu banyak anak.

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Pendongeng sekaligus pegiat literasi Hilmi Ramadhan saat membacakan dongeng. SURYA/ HABIBUR ROHMAN 

SURYAWIKI,  SURABAYA - Suaranya yang ceria dan gayanya yang penuh semangat membuat aksi Hilmi Ramadhan banyak ditunggu oleh anak-anak.

Hilmi Ramadhan merupakan salah satu pendongeng dan pegiat literasi di Kota Pahlawan.

Di usianya yang masih muda, relawan 23 tahun ini memutuskan untuk berdedikasi kepada dunia anak-anak.

"Saya sendiri memang senang dengan anak-anak sejak lama. Kemudian benar-benar terjun di dunia dongeng sejak April 2018," ungkap Ketua Kampung Dongeng Surabaya ini, Kamis (4/3/2021).

Selain aktif dalam komunitas Kampung Dongeng Surabaya, alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini juga mendirikan gerakan Syifaa Berkarakter.

"Yang memiliki arti 'sahabat yatim dan duafa berkarakter'. Saya juga ingin memberikan sentuhan kebersamaan kepada anak-anak yatim serta lansia," Hilmi menerangkan.

Mengabdi kepada masyarakat, khususnya yang memiliki kondisi ekonomi menengah ke bawah, memang menjadi panggilan hati bagi Hilmi.

Sementara mendongeng, menurutnya, merupakan media yang tepat untuk menyentuh hati anak-anak.

"Dongeng merupakan media untuk menyampaikan sesuatu. Melalui dogeng, anak-anak akan lebih cepat menerima, misalnya untuk menjelaskan mata pelajaran," tutur Hilmi.

Selain itu dongeng juga bisa mengembangkan imajinasi anak, di samping ada banyak pesan dan nilai yang bisa diserap.

"Dongeng tidak sekadar lucu dan mengasyikkan, tapi juga harus ada pesannya. Seperti makanan, bukan sekadar enak, tapi harus ada gizinya," ia menjelaskan.

Ia pun kerap mendongeng dari satu tempat ke tempat lain, dari satu acara ke acara lain. 

"Respon dari anak-anak juga sangat baik. Orangtua yang menemani pun ternyata juga ikut tertawa saat menonton dongeng," ungkap pendiri Komunitas Kebudayaan Literasi Dongeng dan Puisi ini.

Tumbuhkan Literasi di Kampung Lemah Putro

Di kawasan rumahnya, Hilmi juga dikenal sebagai salah satu pengembang. Ia menginisiasi gerakan literasi di kampung lawas Lemah Putro. 

"Ada program taman baca, dongeng, wayang, dan khususnya dolanan lawas," ungkap pria kelahiran 27 Januari 1998 ini.

Tujuan program tersebut di antaranya untuk mengajak anak-anak lebih dekat dengan literasi dan bijak menggunakan gawai atau media sosial.

"Kami tengah menyosialisasikan berbagai permainan tradisional seperti engkle, gobak sodor, dan lain sebagainya," Hilmi menuturkan 

Ia pun berharap bisa terus membersamai dan mendongeng untuk anak-anak.

"Ketika mendongeng, kita menyampaikan pesan dari hati. Kalau dari hati, pasti ada cinta yang diberikan kepada anak-anak," pungkasnya.(christine ayu)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved