Memaknai International Womens Day Bagi dr Fanny Imanuddin

Bagi dr Fanny Imanuddin, perempuan harus memiliki empat hal dasar dalam hidup di antaranya, power, knowledge, leadership, dan jiwa entrepreneurship.

SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
dr Fanny Imanuddin 

SURYAWIKI, SURABAYA - Bagi dr Fanny Imanuddin, perempuan harus memiliki empat hal dasar dalam hidup di antaranya, power, knowledge, leadership, dan jiwa entrepreneurship.

Empat hal itu bukan semata untuk membentengi diri atau jika sudah berkeluarga, menjadi bentuk perlawanan pada suami. Namun lebih pada menunjukkan bahwa perempuan tetap bisa berkarya dalam keadaan apapun.

Fanny menuturkan, perempuan memiliki peran besar dalam rumah tangga. Perempuan tidak hanya berperan secara fisik, namun juga mental dan spiritual. Hal itu yang dinilai dapat membangun pondasi dalam keluarga.

Menurut pandangannya, anggapan perempuan bekerja sama dengan mengabaikan keluarga adalah salah besar.

"Sebetulnya, persoalan utamanya adalah bagaimana ibu bisa melakukan bounding dengan anaknya. Tapi di masa sekarang, meskipun ibu di rumah, kegiatan bounding nyatanya jarang terjadi," terang Fanny saat ditemui di kawasan Tegalsari Surabaya.

Lebih baik, lanjut Fanny, perempuan meningkatkan skill dengan bekerja atau membuka usaha. Dengan begitu, anak-anak dapat mencontoh dan melihat secara langsung bahwa ibunya adalah orang yang aktif.

Selain itu, perempuan wajib untuk meningkatkan skill dalam dirinya dan menjadi influence, setidaknya untuk lingkup keluarga maupun sekitar.

Setidaknya, perempuan memiliki suatu keahlian khusus yang ditingkatkan dari kemampuannya.

"Kenapa begitu, karena saya percaya semua orang terlahir berbeda. Begitu pun kemampuan yang mereka miliki. Akan lebih mudah jika mereka dapat mengasah skill dari hal yang telah dimiliki atau yang berhubungan dengan kemampuannya," tutur lulusan Magister Program Biomedik Universitas Udayana Bali itu.

Fanny menyampaikan, sebagai perempuan jangan takut untuk membuka diri pada suatu hal yang baru. Dalam hal ini, Fanny mencontohkan dirinya sendiri.

"Memang saya menggeluti bidang kesehatan. Tapi bukan berarti fokus saya hanya berhenti di situ. Saya juga mempelajari dari sisi lainnya, yang memiliki atau mempengaruhi kesehatan," ungkapnya.

Jangan sampai, lanjut Fanny, waktu luang yang dimiliki menjadi sia-sia. Sebisa mungkin kita mengisi waktu tersebut dengan hal positif, sekaligus yang dapat memberikan manfaat.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved