Perajin Pot Bunga Tanah Liat Banjir Order di Masa Pandemi COVID-19

Tidak semua Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19 ini mengalami kerugian. Ada UMKM yang justru kebanjiran orderan.

SURYA.CO.ID/Doni Prasetyo
Perajin Pot Bunga Tanah Liat Banjir Order di Masa Pandemi COVID-19 

SURYAWIKI, MAGETAN - Tidak semua Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19 ini mengalami kerugian. Ada UMKM di masa pandemi ini justru kebanjiran orderan dan peningkatan produksi yakni, perajin vas bunga tanah liat justru banyak orderan. 

"Kami malah yang kualahan memenuhi orderan. Apalagi saat saat sekarang cuaca masih sering hujan. Sehingga pengeringan pot bunga yang baru di cetak dan proses pengeringan sebelum dilakukan pembakaran, prosesnya jadi lama," terang Mbah Simah di dapurnya sekaligus jadi bengkel membuat pot bunga dan gerabah.

Menurut Mbah Simah, dalam sehari mulai habis waktu Subuh sampai kira kira jam 10 hingga 11 bisa membuat pot bunga besar sebanyak 40 hingga 50 pot bunga, atau total dalam sepekan bisa buat pot sebanyak 280 hingga 350 pot bunga ukuran sedang.

"Ini kalau sudah di proses selama sepekan, ini karena cuaca masih hujan, proses sebelum pembakaran lama. Kalau proses oven atau pembakaran hanya sekitar empat jam, itu sudah merah matang," kata Mbah Simah.

Dikatakan Mbah Simah, dari perajin pot bunga ukuran sedang ini dihargai Rp 4000 per pot bunga. Atau sehari kalau di kalkulasikan pendapatan dari sesudah Subuh hingga sekitar jam 10, setiap perajin bisa mengantongi antara Rp 160.000 hingga Rp 200.000.

"Kalau anak saya, bisa buat pot lebih dari 50 pot bunga, ukuran sedang ini. Upah itu baru bisa diambil sesudah pot pot ini jadi, maksudnya setelah proses akhir keluar dari pembakaran," ujarnya.

Ini musim tanaman hias, seperti Philodendron Micans, Opuntia Monacantha Variegata, Monstera, Hoya, Epiphyllum Chrysocardium, Cryptanthus Red, Calathea Black Lipstick, dan Begonia. Banyak dari perorangan bukan pedagang, pesan pot bunga sampai seribu pot bunga berbagai ukuran dan varian.

"Kami dapat pesanan seribu pot bunga ukuran sedang ini dari Surabaya sebanyak 1000 pot bunga. Ini perorangan, bukan pedagang. Untuk koleksi bunga bunganya yang mahal," tutur Mbah Simah.

Pesanan sebanyak itu, lanjut Mbah Simah, tidak bisa dilayani mendadak. Karena pedagang yang pesan lebih dahulu juga banyak. Kalau pedagang ambilnya, stok yang ada. Kalau perorangan, selain minta cepat, ukuran dan varian sesuai pilihannya. 

"Proses buat, pengeringan dan pembakaran butuh waktu sepekan, kalau minta cepat kita ambilkan dari perajin lain, di desa ini saja. Kalau stok di perajin di desa ini ada, kalau tidak ada, ya kami tolak," katanya.

Dikatakan Mbah Simah, saat ini meski sedang pandemi, pesanan pot bunga membanjir sampai perajin di Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, menolak karena kewalahan pesanan.

"Kalau pot bunga, yang pesan dari perorangan dan pedagang meningkat. Tapi kalau gerabah seperti, layah pecel lele, cangkir, kwali, kendi dan lain-lain, sepi. Bahkan untuk gerabah, peralatan rumahtangga, tidak laku," tandas Mbah Simah. (Doni Prastyo)

Ikuti kami di
Editor: Akira Tandika
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved