Kesehatan

Ingat, Tidak Semua Makanan Berlabel Gluten-Free Aman Dikonsumsi saat Diet?

tidak semua makanan berlabel gluten-free aman dikonsumsi saat menjalankan diet. Terutama yang sudah melalui proses pengolahan.

ist/Margouillat Photo
Ilustrasi 

SURYAWIKI, SURABAYA - Rupanya, tidak semua makanan berlabel gluten-free aman dikonsumsi saat menjalankan diet. Terutama yang sudah melalui proses pengolahan.

"Banyak dari kita yang melihat roti berlabel gluten-free, tapi dalam komposisinya masih terdapat bahan seperti tepung terigu atau gandum," terang Fanny.

Gluten merupakan protein yang dihasilkan dari tepung. Sementara tepung, terbuat dari gandum. Jadi jalan utama untuk menghindari gluten adalah dengan memangkas makanan yang terbuat dari tepung atau gandum.

Dalam kasus diet, gandum biasanya diklaim sebagai makanan pengganti nasi dengan kalori yang lebih rendah. Namun, kandungan gandum tak lagi seperti tahun 1950-an.

Hal ini lantaran adanya peningkatan konsumsi makanan, sehingga membuat gandum diubah secara genetik dan menghasilkan "gandum modern".

"Jika masyarakat terlalu banyak mengonsumsi gandum, yang terjadi adalah munculnya beberapa penyakit penyerta. Terutama bagi mereka yang tidak toleran pada gluten," imbuh Fanny.

Salah satu penyakit yang muncul berasal dari bagian pencernaan. Bahkan paling buruk dapat menyebabkan risiko penyakit jantung.

Selain penderita intolerance gluten, orang-orang yang sensitif terhadap gluten jika terlalu banyak mengonsumsinya, kadang juga akan mengalami diare, bloating, kembung, dan iritasi pencernaan.

Lalu bagaimana cara mengetahui apakah kita termasuk dalam gluten sensitive?

"Cara paling mudah adalah, jika kita mengonsumsi gluten dalam jangka waktu tiga atau empat hari, biasanya akan mengalami diare atau asam lambung. Juga bisa kembung dan begah," ungkapnya.

Fanny menjelaskan, di dalam pencernaan manusia, biasanya cepat mengalami proses fermentasi kalau tubuh banyak mengonsumsi gluten. Karena di dalam tubuh, gluten akan dipecah menjadi glukosa.

Proses fermentasi yang terlalu banyak akan membuat pencernaan terasa tidak nyaman dan bisa berdampak buruk.

Untuk mengganti gluten, masyarakat bisa mengonsumsi nasi, kentang, ubi, dan lainnya yang tidak mengandung gandum atau tepung terigu.

"Sebetulnya, masyarakat tidak perlu repot atau bingung. Karena rata-rata asian food, sama sekali tidak menggunakan gluten. Contoh paling mudah adalah gado-gado, pecel, semanggi, dan masih banyak lagi," tandas Fanny.

Baca juga: Wanita Permabudhi Edukasi Masyarakat Soal Pengolahan Limbah Dapur Lewat Workshop Virtual

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved