Perjalanan Brigitta Livia Menemukan Passion yang Pas di Bidang Seni

Make Up Artist (MUA) asal Surabaya, Brigitta Livia melewati perjalanan cukup panjang untuk menemukan passion yang pas di bidang seni.

ist
Make Up Artist Brigitta Livia 

SURYAWIKI, SURABAYA - Make Up Artist (MUA) asal Surabaya, Brigitta Livia melewati perjalanan cukup panjang untuk menemukan passion yang pas di bidang seni.

Secara khusus, perempuan yang akrab disapa Livia itu menekuni profesi MUA berawal dari kecintaan Livia pada bidang seni gambar dan melukis. Tapi ia sadar kelemahannya di bidang seni itu ada pada teknik mewarnai.

Dari perjalanan cukup panjang itu, Livia berpikir mengenai cara agar ia tetap berada di bidang seni tanpa harus berkutat dengan warna. Hal pertama yang terpikirkan oleh dia saat itu adalah menjadi seorang desainer.

"Saat itu saya sudah di tahap mendapat dukungan orang tua, mencari-cari universitas yang cocok, mempelajari kurikulum yang ditawarkan, bentuk praktik, dan kelas lainnya. Tapi ternyata saya merasa masih tetap ada hal yang kurang . Saya belum menemukan passion yang pas untuk kegemarannya di bidang seni," terang Brigitta Livia.

Meski begitu, Livia masih semangat menemukan sesuatu yang pas untuk melampiaskan kecintaannya tentang seni. Ia kemudian meminta pada orang tuanya untuk tinggal sementara di Semarang, tempat di mana keluarganya menjalankan bisnis wedding super lengkap.

"Di sana saya sebetulnya cukup kaget. Karena paket bisnis wedding yang ditawarkan sangat lengkap mulai dari vendor, busana, make up, dan keperluan lain untuk wedding," tuturnya.

Awalnya Livia yang berniat mempelajari busana, jadi oleng saat harus diminta menunggu di ruang make up saat tantenya mendapat project sweet seventeen.

"Jadi di ruang make up itu cecenya (kakak perempuan) itu lagi merias bagian mata. Nah yang bikin saya kaget adalah saat dia pakai teknik jahit mata untuk klien. Saya yang nggak tahu apa-apa ini jadi makin penasaran," ungkap Livia.

Selain itu, di ruangan make up tersebut Livia juga kagum pada hasil kerja MUA yang mampu mengenali bagian-bagian menarik dari wajah kliennya. Sehingga, hanya perlu menambahkan polesan sesuai dengan tema dan struktur wajah klien untuk membuatnya makin menonjol.

"Saya makin bimbang sih di situ. Apa harus belajar make up juga ya? Bahkan tante saya langsung menawarkan untuk sekaligus belajar make up. Buat dia, kalau mau terjun di dunia bridal, harusnya sekalian saja," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved