Seniman Bali, Agus Putu Suyadnya Refleksikan Gagasan dalam Seni Lukis

Karya pelukis asal Bali, Agus Putu Suyadnya kembali dihadirkan di Surabaya dapat dinikmati di area lobi The Voila Apartement

surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Pengunjung sedang menikmati karya pelukis Agus Putu Suyadnya di The Voila Apartement, Kamis (25/3/2021). 

SURYAWIKI, SURABAYA - Karya pelukis asal Bali, Agus Putu Suyadnya kembali dihadirkan di Kota Pahlawan, Surabaya.

Kali ini, buah karya seniman kelahiran Denpasar, 19 Februari 1985 ini dapat dinikmati di area lobi The Voila Apartement mulai Kamis (25/3/2021) sampai Minggu (25/4/2021) mendatang.

"Agus ini keren karya-karyanya. Ia juga merupakan ketua Sanggar Dewata Indonesia (SDI), salah satu komunitas terbesar di Indonesia saat ini," ungkap CEO Goedang Loekisan, Abidin, pengusung lukisan.

Di matanya, Agus merupakan seniman yang sangat berbakat. Selain mempunyai teknik yang mumpuni, ia juga mampu membaca zaman dan merefleksikannya ke dalam sebuah karya.

"Saya sangat suka seniman yang seperti ini. Jadi tidak hanya mengandalkan otak kanan," ia mengatakan.

Menurutnya pula, Agus mengusung simbol-simbol yang menarik untuk ditelaah lebih dalam. Seperti kali ini ia menghadirkan objek gajah, badak, dan sebagainya.

"Menurut saya, badak merupakan simbol kekuatan. Sementara gajah mengandung sifat kebijaksanaan dan sabar," terang Abidin.

Salah satu karya yang berjudul Time for Selfie with Father misalnya, merepresentasikan rasa rindu terhadap ayah.

"Pada hakikatnya ayah merupakan pahlawan bagi keluarga dan anak-anaknya. Namun terkadang sosok seorang ayah sangat jarang dibicarakan karena dia tidak memiliki karakter sebagaimana seorang ibu," jelas Agus.

Karya ini mengangkat objek dua gajah. Seekor anak gajah berada di pundak gajah dewasa. Mereka tengah memperhatikan gawai yang dipegang sang gajah dewasa.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved