Uang Kuno Seri Wayang Dihargai 1,5 M di Pameran Soerabaia Vintage: Festival Hobikoe

Uang seri wayang sulit ditemukan dan memang menjadi incaran para kolektor. Uang tersebut hanya ada pada masa berakhirnya Belanda menjajah Indonesia.

surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Seorang kolektor uang memaerkan uang kuno pada pameran barang antik bertema 'Soerabaia Heritage Festival' di Ciputra World Surabaya, Kamis (25/3/2021). Pameran yang memajang berbagai macam barang antik, seperti, postcard, motor sepeda (moped), uang koin dan kertas, telepon antik, perabot rumah, dan lain sebagainya berlangsung sampai 4 April 2021. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Tak semua yang lama itu tidak berharga. Misalnya saja uang kuno seri wayang milik Indonesia, yang ada pada masa penjajahan Belanda.

"Saya dulu dapat uang itu dari sesama kolektor. Satu lembarnya dihargai Rp 8 juta. Tapi uang sejumlah itu, sudah terhitung banyak dulu," terang Ali Budiono sambil menunjukkan koleksi enam uang seri wayang miliknya.

Ali menyebutkan, seri wayang sulit ditemukan dan memang menjadi incaran para kolektor. Uang tersebut hanya ada pada masa berakhirnya Belanda menjajah Indonesia.

"Bahkan sekarang saja harganya sudah jadi Rp 1,5 miliar," imbuhnya.

Selain kolektor dari Indonesia, uang kuno seri wayang juga banyak diincar oleh kolektor luar negeri karena paling susah didapat.

Ali tertarik mengoleksi uang kuno sejak duduk di bangku SMP atau 35 tahun lalu. Saat itu, orangtuanya banyak menyimpan uang lama yang sudah tidak bisa dipakai bertransaksi lagi.

Bersama pamannya, Ali diarahkan untuk melihat uang dan barang yang layak dikoleksi dan memiliki nilai jual nantinya.

Dari seluruh uang kuno Indonesia, Ali paling suka dengan seri Presiden Pertama RI Soekarno.

"Paling suka karena uang ini punya nilai sejarah dan membingkai wajah presiden pertama RI," jelasnya.

Selain dari Indonesia, Ali juga mengoleksi beberapa uang dari luar negeri. Beberapa di antaranya, Korea Utara, Venezuela, Yugoslavia, dan masih banyak lagi.

Ali mengaku telah banyak mengikuti pameran, baik dari dalam maupun luar negeri.

Tujuannya, supaya mengenalkan ke orang-orang bahwa uang kuno Indonesia ini juga ada yang murah.

"Karena memang banyak kolektor yang berawal dari uang-uang yang harganya dapat dijangkau. Bahkan langganan saya beberapa di antaranya ada anak-anak muda," tandasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved