Pandemi COVID-19 Bikin UMKM Milli Handmade Mulai dari Nol

Owner Milli Handmade Mimi Lee mengaku seperti di-restart saat usahanya ikut terdampak pandemi COVID-19.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
Tribunnewswiki/Akira Tandika
Mimi Lee memperlihatkan inovasi handmade bag buatannya yang dikerjakan selama pandemi. Tak sekadar polosan, Mimi tetap memberikan tambahan aksen seperti, gambar yang dibordir, kain batik, dan lain sebagainya. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Owner Milli Handmade Mimi Lee mengaku seperti di-restart saat usahanya ikut terdampak pandemi COVID-19.

Ia harus memulai menentukan lagi target pasar, inovasi produk, dan lainnya. Seperti saat membuka usaha pertama kali.

"Pandemi ini selain bikin penjualan sangat menurun juga membuat saya seperti memulai usaha baru," terang Mimi saat ditemui di Grand City Mall, Sabtu (27/3/2021).

Jika sebelum pandemi Mimi fokus membuat luxury handmade bag, kini ia berusaha menyesuaikan dengan kebutuhan target pasarnya.

Saat ini, Mimi justru membuat totebag yang bisa dipakai semua usia, baik muda hingga tua.

"Ya awalnya saya diejek oleh beberapa teman. Karena stylenya bukan saya sekali. Juga tidak sesuai dengan usia. Tapi saya nggak peduli, karena perekonomian saya juga harus berputar," tutur Mimi.

Totebag buatannya pun tidak sekadar polosan. Mimi tetap memberikan tambahan aksen seperti, gambar yang dibordir, kain batik, dan lain sebagainya.

Paling unik, Mimi membuat inovasi tas yang menggabungkan kemeja batik dan blazer bernama tas Hema.

"Sebetulnya, tas ini saya buat untuk pribadi. Tapi waktu saya pakai keluar, banyak yang tertarik. Jadi ada beberapa teman yang pesan ke saya," ujarnya.

Selain inovasi bentuk tas, ada hal-hal lain yang berubah. Salah satunya adalah tidak bisa mencari untung terlalu besar seperti sebelum pandemi.

Tak ada jalan lain yang bisa dilakukan Mimi selain berinovasi dan banyak belajar hal baru.

"Hal baru yang saya pelajari saat pandemi adalah berjualan secara online. Memang sebelumnya saya sudah ada beberapa platform media sosial, tapi memang tidak fokus. Karena selama ini hanya bersandar pada penjualan offline seperti, di pameran dan sentra wisata," papar Mimi.

Ia menyebutkan, Jatim Garage menjadi pameran online pertama yang diikuti lantaran diikuti oleh komunitas.

Meski begitu, Mimi tetap berusaha sebaik dan sebisa mungkin dalam memberikan pelayanan di pameran online.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved