Catherine Wong: Modal Nekat Melenggang Dunia Fashion

bukan jalan yang mudah untuk Catherine jadi seorang desainer, karena sejak awal keluarganya sudah tak memberikan restu

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Desainer Catherine Wong 

SURYAWIKI, SURABAYA - Pengalaman membuat desainer kenamaan Surabaya Catherine Wong bisa mengembangkan butik hingga sukses seperti sekarang, bahkan bertahan dan bisa melewati zona kritis di masa pandemi Covid-19.

Bagi dirinya bukan jalan yang mudah untuk bisa menjadi seorang desainer, karena sejak awal keluarga Catherine sudah tidak sejalan dengan apa yang ia inginkan.

“Apa mau jadi desainer, mana ada orang yang sukses dari fashion desainer, wong ibaratnya njahit kancing baju aja nggak bisa kok,” katanya membuka pembicaraan di butiknya di Griya Kebraon Utara.

Memang sepertinya hal yang aneh untuk menjadi fashion desainer karena basic dari orangtuanya adalah bisnis di bidang komoditas dan trading yang tidak ada hubungan sama sekali dengan urusan desainer.

Lulus dari SMA Frateran, Catherine Wong bingung memilih jurusan pilihannya. Sempat ia mencoba ke bidang interior namun bidang itu belum membuatnya sreg. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk belajar fashion desainer di Arva.

Ketika belajar di Arva itulah ia mengikuti lomba membuat desain baju yang hadiahnya adalah beasiswa di sekolah fashion Esmod.

Apa yang diharapkan ternyata kesampaian ia berhasil memenengakan beasiswa itu dan mendapat kesempatan merasakan sekolah fashion di Esmod selama 1 tahun.

Lulus dari Esmod ia bekerja disebuah fashion desainer di Bali, selama 2 tahun ia banyak menimba pengalaman di tempat kerjanya di Ali Charisma Fashion. “Saya banyak belajar fashion dan merketing, hingga mengikuti kontes fashion di luar negeri dan ini pengalaman yang berharga,” tuturnya.

Bagi Catherine  waktu 2 tahun sudah cukup untuk menimba ilmu dan pengalaman. Ia pun memberanikan diri dan nekat untuk membuka sendiri butik.

“Saya modalnya nekat aja  untuk  membuka pesanan baju bajau khususnya untuk anak anak remaja,” ujarnya.

Label Catherine Wong mulai di kenal, dengan spesialisasi baju baju pesta remaja dan baju baju sweet seventen. “Pada saat itu bisanya masih seputa baju pesta untuk remaja dan gaun pengantin tapi model model Chinese,” lanjutnya.

Transisi Ke Gaun Hijab dan Kebaya Tradisional

Klien klien Catherine mulai berdatangan, ketika sudah lima tahun berjalan, ada klien besar yang menginginkan gaun pengantin model atau nuansa hijab, untuk pengantin wanitanya. Kesempatan ini dimabil oleh Catherine meski notabene ia sama sekalai belum pernah membuat gaun hijab.

“Kalau bajunya sih mungkin seperti yang sudah sudah tidak beda jauh tapi perniknya seperti kerudung ini saya butuh belajar lagi, tapi saya nekat saya ambil aja kesempatan ini,” ujar penyuka kuliner pedas.

Lama kelamaan klien yang datang juga banyak yang ingin dibuatkan model gaun hijab dan kebaya tradisional, pesanan makin banyak dan Catherine Wong mengklaim jika gaun model hijab ini adalah sebagai pelopor munculnya busana pengantin model hijab

 “Saya bikin label sendiri untuk gaun gaun dengan model hijab ini dengan label Anarav,” tukasnya.

Tapi dalam perjalanan ia tidak sanggup  lagi mengurusi baju baju pesta model Chinese dan remaja, selain orderan dan portofolio yang dikenal paa kliennya  adalah baju pengantin model hijab dan kebaya tradisional, ia juga dibuat pusing dengan mendesain dua aliran baju ini.

“Sempat jalan bareng tapi saya akhirnya melanjutkan label Anarav dan untuk baju baju pesta remaja dengan sendirinya berhenti,” ungkapnya.

Diawal masa pandemi Covid-19 ia butiknya sempat tutup total karena adanya PSBB, namun seiring dengan adanya vaksin kini perputaran ekonomi dan perjalanan butiknya juga mulai berjalan normal. Karyawan sehat semua dan yang paling penting tidak ada PHK di tempatnya.

Kini ia dibantu seorang asisten desainer dan 20 orang karyawannya melenggang di dunia fashion desainer dengan mengusung konsep gaun hijab dan kebaya tradisional.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved