Fashion

Desainer Kakak-Adik Percaya Diri Tampilkan Batik Tabrak Warna untuk Pasar Global

Desainer Andy Sugix dan Hefi Rosin kini lebih berani memadukan warna yang tidak senada dalam satu busana seperti, merah, oranye, biru, hitam dan putih

surabaya.tribunnews.com/akira tandika
Batik tabrak warna banyak digemari di negara tetangga seperti Hong Kong, Turki, dan Dubai. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Bagi sebagian orang, melihat style fashion yang terdiri dari banyak warna mentereng, agaknya kurang digemari. Namun siapa sangka, hasil menabrak warna mentereng itu justru banyak digemari di pasar global.

Hal itu seperti yang disampaikan desainer kakak-adik, Andy Sugix dan Hefi Rosid saat ditemui pada gelaran Men's Fashion Style di Ciputra World Surabaya beberapa waktu lalu.

Selama pandemi ini, mereka tak pernah berhenti berkarya dan memgembangkan imajinasi.

"Pandemi ini mengubah segalanya. Termasuk perubahan warna dalam desain busana yang kami buat. Bahkan, selama pandemi saya terus menggambar," terang Hefi Rosid.

Sebelumnya, Andy dan Hefi cenderung menggunakan satu warna atau monochrome untuk setiap busana yang dibuat.

Namun kali ini, mereka mengaku lebih berani memadukan warna yang tidak senada dalam satu busana seperti, merah, oranye, biru, hitam dan putih.

"Beberapa waktu lalu kami dapat kesempatan ke Hong Kong, Turki, dan Dubai. Ternyata, di luar warna-warna yang bertabrakan ini justru banyak digemari," jelas Andy Sugix.

Melihat peluang itu, baik Andy dan Hefi, kemudian lebih percaya diri membuat desain batik tabrak warna untuk dipasarkan ke negara lain.

"Ini perdana kami tampilkan di MFS, baru nanti kami luncurkan ke negara-negara lain," imbu anggota Indonesian Fashion Chamber tersebut.

Sebagai orang yang bertugas mengeksekusi batik, Andy masih tak jauh-jauh dari ciri khasnya, yakni luaran unisex.

Selain Hong Kong, Andy menarget Singapura sebagai pasar selanjutnya.

"Melalui paduan batik tabrak warna, kacamata khas K-pop, peci, dan kaus kaki tribal, saya berharap koleksi Andy Sugix x Hefi Rosid bisa diterima di negeri sendiri dan orang lain," tutupnya.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved