Tips Melakukan Tes COVID-19 Saliva saat Berpuasa

Dalam tes COVID-19 saliva, pasien hanya perlu mengeluarkan air liur sebanyak satu mililiter.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
surabaya.tribunnews.com/akira tandika
Pasien mencoba layanan Saliva PCR di Grasnotic Center Surabaya. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Tes COVID-19 memiliki banyak cara dalam pengambilan sampel. Termasuk salah satunya adalah menggunakan air liur dalam Saliva Based Test.

Lalu bagaimana jika melakukan tes COVID-19 saliva selama berpuasa Ramadan?

Menurut Manager Granostic Center Surabaya dr May Fanny Tanzilia Sp PK, berpuasa penuh justru dapat memperlihatkan hasil lebih akurat. Karena pasien tidak makan, minum, dan menggunakan produk kesehatan mulut selama kurang lebih 12 jam.

"Tapi masalahnya, jika kita tidak makan dan minum apakah bisa mengeluarkan air liur yang dibutuhkan untuk sampel? Tentu bisa dengan mengikuti beberapa cara," terang May.

Dalam tes COVID-19 saliva, pasien hanya perlu mengeluarkan air liur sebanyak satu mililiter. Namun jika produksi air liur tidak sebanyak itu, bisa dirangsang dengan gerakan memutar di area pipi.

"Ingat, yang dikeluarkan adalah air liur tanpa buih dan bukan dahak," imbuhnya.

Dengan rangsangan itu, May mengatakan air liur yang dikeluarkan untuk sampel bisa lebih sempurna.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved