Serba Serbi Penyakit Parkinson yang Kerap Menyerang Kaum Lansia

Parkinson merupakan suatu penyakit degeneratif yang menyerang saraf pada bagian otak, sehingga memengaruhi koordinasi gerak tubuh.

ist
Ilustrasi 

SURYAWIKI, SURABAYA - Penyakit parkinson adalah penyakit yang pertama kali ditemukan oleh James Parkinson pada 1817, dengan gejala mayor berupa tremor yang khas.

Parkinson merupakan suatu penyakit degeneratif yang menyerang saraf pada bagian otak, sehingga memengaruhi koordinasi gerak tubuh.

"Kerusakan sel saraf pada otak itu kemudian membuat dopamine menurun. Padahal itu diperlukan untuk menjaga stabilitas gerakan," terang Spesialis Bedah Saraf Konsultan Fungsional National Hospital Surabaya Dr dr Achmad Fahmi SpBS (K) FINPS saat dihubungi, Selasa (13/4/2021).

Achmad menerangkan, hingga saat ini penyebab pasti pernyakit parkinson belum diketahui. Namun ada beberapa hal yang dinilai mampu menyebabkan kerusakan saraf pada otak hingga mengakibatkan parkinson di antaranya, trauma benturan kepala, zat kimia, asupan gizi tidak sehat, hingga mutasi genetika.

"Selain itu, faktor usia juga menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami parkinson. Biasanya akan menyerang seseorang yang berusia di atas 50 tahun," imbuhnya.

Achmad menjabarkan, di Indonesia angka penderita parkinson di atas usia 50 tahun mencapai 100 ribu pasien dalam 3,5 tahun terakhir.

"Terutama di masa pandemi seperti sekarang. Jumlah pasien parkinson justru meningkat lantaran para pasien kebanyakan tidak memiliki aktivitas selama pandemi," jelasnya.

Meski begitu, Achmad menegaskan bahwa parkinson bukan jenis penyakit berbahaya dan menular. Sehingga masyarakat tidak seharusnya menjauhi orang-orang yang menderita penyakit ini.

"Yang perlu diketahui adalah parkinson sangat mengganggu kualitas hidup pasien. Mereka menjadi tidak percaya diri dan lebih mudah cemas. Sehingga perlu mendapat pendampingan," tambahnya.

Selain itu, pendampingan pada pasien parkinson juga berguna untuk menghindari komplikasi lain yang membahayakan.

"Karena pasien parkinson kalau tidak tremor, kadang mereka juga mengalami freezing of gate. Kondisi di mana, mereka tidak dapat bergerak lantaran mengalami kecemasan atau tekanan. Terutama saat sedang berjalan," paparnya.

Menurut Achmad, pasien parkinson tetap perlu diawasi tapi jangan sampai mengekang pergerakan.

Ikuti kami di
Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved