Penderita Parkinson Boleh Vaksin COVID-19 dengan Syarat Berikut

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Movement Disorder Society, penderita parkinson diperbolehkan melakukan vaksin COVID-19.

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
ist
Ilustrasi 

SURYAWIKI, SURABAYA - Menurut penelitian yang dilakukan oleh Movement Disorder Society, penderita parkinson diperbolehkan melakukan vaksin COVID-19.

Hal itu pun disebutkan oleh Spesialis Bedah Saraf Konsultan Fungsional National Hospital Surabaya Dr dr Achmad Fahmi SpBS (K) FINPS, saat diwawancara pada perayaan Hari Parkinson Sedunia.

Meski diperbolehkan, Achmad mengatakan ada syarat tertentu yang harus diikuti oleh pasien parkinson sebelum melakukan vaksin.

"Tentunya mereka harus melakukan screening di awal. Karena seperti yang kita tahu, pasien parkinson kebanyak sepuh (orang tua)," terang Achmad,

Ia melanjutkan, yang kadang membuat pasien parkinson tidak bisa mengikuti vaksin COVID-19 karena adanya komplikasi seperti, diabetes, jantung, darah tinggi, dan lainnya.

"Jadi sebetulnya jika ada pasien parkinson tidak bisa ikut vaksin itu karena memang memiliki penyakit bawaan," imbuhnya.

Pada masa pandemi seperti sekarang, Achmad menyebutkan penderita parkinson makin meningkat. Hal itu lantaran kurangnya aktivitas yang dapat dilakukan pasien.

Achmad menjabarkan, di Indonesia angka penderita parkinson di atas usia 50 tahun mencapai 100 ribu pasien dalam 3,5 tahun terakhir.

"Terutama di masa pandemi seperti sekarang. Jumlah pasien parkinson justru meningkat lantaran para pasien kebanyakan tidak memiliki aktivitas selama pandemi," tutupnya.

Baca juga: Kenali Sejak Dini Gejala-gejala Parkinson Pada Tubuh Anda

Baca juga: Serba Serbi Penyakit Parkinson yang Kerap Menyerang Kaum Lansia

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved