Mahasiswa UKDC Dorong Penghijauan di Tenggilis Mejoyo

Mahasiswa Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) Surabaya melakukan program penghijauan di area Balai RW 03 Tenggilis Mejoyo, Surabaya

Editor: eben haezer
ist/dok.pribadi
Mahasiswa UKDC Surabaya melakukan penghijauan di kampung Tenggilis Mejoyo, Surabaya 

SURYAWIKI, SURABAYA - Penghijauan merupakan tindakan penting dalam kehidupan untuk mengurangi pemanasan global.

Terlebih dimasa pandemi Covid-19 tumbuhan hijau seperti tanaman toga dibutuhkan untuk pengobatan.

Bertolak dari itu,  Mahasiswa Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) Surabaya melakukan program penghijauan di area Balai RW 03 Tenggilis Mejoyo, Surabaya yang menjadi tempat PAUD. Selain itu bisa dipergunakan untuk mereka belajar mengenal tumbuhan dan bermain.

Sebelum melakukan program, mahasiswa UKDC melakukan survey tempat di lingkungan Balai RW 03 untuk mengetahui keadaan sekitar.

Sesudah itu mereka membagikan kuisioner untuk mengetahui tanggapan masyarakat mengenai kegiatan program penghijauan. Rata-rata masyarakat setuju dan mendukung untuk membantu kegiatan supaya berjalan dengan lancar.

Penghijauan di lingkungan Balai RW masih kurang aktifitasnya, karena masyarakat kurang adanya kesadaran dan edukasi akan pentingnya penghijauan. Seperti halnya yang diutarakan Soleh Sutrisno, Ketua RT 01 RW 03 Tenggilis Mejoyo.

“Iya mbak, di daerah Tenggilis Mejoyo masih kurang dalam kegiatan penghijauan, maka dari itu saya sangat setuju supaya warga sekitar memiliki kesadaran akan penghijauan”, ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan membersihkan tempat Balai RW, mulai dari menyapu tempat tersebut, kemudian membersihkan lumut-lumut yang menempel pada lantai menggunakan alat kebersihan, dilanjutkan menyusun tumpukan bata untuk mini garden dengan tanaman toga, dan menanam tanaman gantung.

Mahasiswa UKDC berharap setelah kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berakhir, masyarakat tetap merawat tempat ini dengan maksimal. Bahkan kegiatan ini bisa dilanjutkan oleh masyarakat maupun karang taruna Tenggilis Mejoyo, sehingga tempat ini tetap bisa tertata dan terjaga.

Penulis: Helenda Debora Shalenvi, Ossy Wulan Sari Mahasiswa Universitas Katolik Darma Cendika.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved