Personal Style Jadi Acuan Dosen Universitas Ciputra saat Melukis Tas dari Karung Goni

dosen Universitas Ciputra Surabaya, Febe Yuan membuat tas dari karung goni, yang gambar lukisnya bisa disesuaikan dengan keinginan

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Febe Yuanita Ratna Indudewi, Head of Incubator UC Ventures saat menunjukkan produknya tas goni lukis. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

SURYAWIKI, SURABAYA - Memiliki style fashion yang sangat menggambarkan diri sendiri, saat ini bukan hal yang tidak mungkin.

Semua barang, bisa disesuaikan dengan gaya atau model yang kita suka. Salah satunya adalah tas dari karung goni, yang gambar lukisnya bisa disesuaikan dengan keinginan kita, seperti buatan dosen Universitas Ciputra Surabaya, Febe Yuan.

Ide tersebut muncul saat perempuan yang akrab disapa Yuan itu menghabiskan waktunya di rumah saja pada awal pandemi 2020 lalu.

"Sejak kecil, saya memang suka melukis. Tapi ya memang sekadar hobi saja," terang Yuan saat ditemui di Ruang Incubator Business Universitas Ciputra.

Dari situasi pandemi yang mengharuskan Yuan melakukan aktivitas dari rumah saja, ia kemudian mencoba mengikuti workshop yang digelar oleh salah satu brand cat akrilik.

"Lewat workshop melukis yang diadakan secara virtual di media sosial itu, saya mendapat banyak inspirasi dan mencoba untuk menjadikan hobi ini lebih menghasilkan lagi," ungkapnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Head of Incubators UC Ventures itu, mulai browsing di internet untuk mencari media lain yang bisa digunakan untuk melukis, selain kanvas.

Saat itu, Yuan menemukan tas dari karung goni yang cocok sebagai media lukis. Selain itu, dilihat dari fungsi, tas karung goni akan banyak digemari.

"Karena bentuknya yang besar, tas ini muat diisi apa saja. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, barang bawaan kita juga makin banyak," tutur Yuan.

Sementara itu, untuk membedakan tas satu dan lainnya, Yuan mengizinkan pembelinya untuk request gambaran sesuai dengan keinginan mereka.

Paling banyak, pembeli meminta gambar berupa bunga, buah, atau princess Disney.

Untuk saat ini, Yuan baru melakukan eksperimen pada tas berbahan karung goni saja.

"Sebetulnya, beberapa sudah saya coba aplikasikan ke media lain seperti, cover tablet. Tapi ternyata, sejauh ini karung goni lebih mudah membuat cat kering. Di cover tablet, meski sudah diberi varnish, cat tetap mengelupas," paparnya.

Yuan menerangkan, untuk menggambar satu tas dibutuhkan waktu sekitar dua jam. Sementara dalam satu hari, biasanya Yuan bisa menyelesaikan dua hingga tiga tas. Itu pun ia masih dibarengi dengan mengerjakan beberapa tugas lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved