Rektor Unitomo Siti Marwiyah: Kecil Bertani, Besar Pimpin Perguruan Tinggi

Pada sebuah wawancara eksklusif bersama Wakil Pemimpin Redaksi Harian Surya, Siti Marwiyah menceritakan pengalaman masa kecilnya hingga menjadi rektor

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Siti Marwiyah, Rektor Universitas Dr Soetomo (UNITOMO) Surabaya periode 2021-2025 

SURYAWIKI, SURABAYA - Dr Siti Marwiyah SH MH merupakan adik bungsu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemanan (Menkopolhukam) Indonesia Mahfud MD.

Dia baru saja terpilih dan dilantik menjadi rektor perempuan pertama di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya beberapa waktu lalu.

Pada sebuah wawancara eksklusif bersama Wakil Pemimpin Redaksi Harian Surya Tri Mulyono, sosok Siti Marwiyah sempat menceritakan pengalaman masa kecilnya hingga kini menjabat sebagai orang nomor satu di Unitomo.

Dia ingat, ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ayahnya sudah memasuki waktu pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) kecamatan. Saaat itu, Mahfud MD dan kakak perempuan lainnya sudah mulai berkuliah di Yogyakarta.

"Saya ingat, ketika SD kami mengalami keterbatasan ekonomi. Sehingga bapak mendapat bantuan dari kakak-kakak saya yang sudah menikah. Sejak SD, saya sudah mulai dibiasakan oleh orang tua untuk bertani tembakau," terang Siti.

Bahkan ketika waktu libur, Siti membantu ayahnya bertani sejak pagi hingga jelang sore.

"Jadi kalau bisa dibilang, saya ini mantan petani," kelakarnya.

Siti mengaku, menjadi dosen bukanlah cita-cita yang diinginkan. Ia dulu ingin menjadi seorang dokter. Selain karena dirasa enak, dulu di Madura dokter spesialis terhitung kurang.

"Jadi kalau ada orang yang sakit di Pamekasan misalnya, mereka harus dibawa ke Surabaya," tutur Siti.

Namun keinginan Siti untuk menjadi dokter gagal. Tak sampai mengincip fakultas kedokteran.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved