Film Song of Hyena, Lahir dari Keresahan Terhadap Isu Kekerasan yang Dialami Perempuan

Melalui film Song of Hyena, artibrand.co berkolaborasi dengan Kreasitama mengampanyekan perlawanan pada kekerasan terhadap perempuan

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Giovanni Angelica sebagai Project Director artibrand.co dan Dzikrull Difanni Managing Director artibrand.co melihatkan foto adegan film Song of Hyena yang mengisahkan seorag karakter perempuan yang bernama Hana. Karakter Hana akan memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi haknya. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Angka kekerasan terhadao perempuan meningkat selama pandemi. Tercatat berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) pada Januari hingga Maret 2021 ada kurang lebih 426 kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan.

Data tersebut membuktikan, banyak dari kalangan perempuan yang mengalami perlakuan tidak menyenangkan hingga mengarah pada kekerasan.

Berangkat dari hal itu, artibrand.co berkolaborasi dengan Kreasitama mengampanyekan woman's empowerment melalui beberapa projek dan peluncuran film.

"Perempuan kerap mendapat stigma kurang baik dari masyarakat. Perempuan sering dianggap lemah hingga menjadi sasaran kekerasan seksual. Apalagi kita tahu tidak banyak perempuan yang berani speak up ketika mendapat kekerasan," ungkap Giovanni Angelica, Project Director artibrand.co, Selasa (15/6/2021).

Giovanni mengatakan, kondisi pandemi yang membuat semakin banyak pengangguran memperburuk situasi tersebut. 

"Selama pandemi ini saja kekerasan terhadap perempuan meningkat. Entah karena apa. Apakah karena banyak yang kehilangan pekerjaan," imbuhnya.

Ditemui di Localist Cafe Surabaya, Giovanni menjelaskan bahwa pihak artibrand.co berkolaborasi dengan Kreasitama untuk mengampanyekan pemberdayaan perempuan.

Tujuannya, supaya masyarakat lebih aware terhadap is-isu di sekitarnya terutama terkait kekerasan pada perempuan.

"Salah satu output dari kampanye kita adalah film yang berjudul Song of Hyena. Film ini nantinya berisi jawaban dari keresahan masyarakat soal isu perempuan. Sekaligus diharapkan menjadi edukasi bagi masyarakat," papar Giovanni.

Song of Hyena, lanjut Giovanni, mengisahkan seorag karakter perempuan yang bernama Hana. Karakter Hana akan memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi haknya.

"Karakter Hana dalam Film Song of Hyena diharapkan mampu menyadarkan para perempuan di Indonesia. Perempuan itu kuat dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Peempuan juga harus berani melawan," Dzikrull Difanni Managing Director artibrand.co.

Dzikrull menambahkan, Film Song of Hyena ini dibuat oleh para sineas Surabaya dan akan tayang di platform digital YouTube. Song of Hyena dibuat dalam satu season film yang berisi tiga epidose.

"Pandemi ini juga banyak sineas film yang jobles dan ekonomi lesu. Dengan dibuatnya film bersama sineas lokal diharapkan menjadi titik balik untuk bangkit kembali," pungkasnya.(luthfi husnika)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved